Pulangkan Anak yang Pergi dari Rumah, Film Senin Harga Naik Siap Bikin Penonton Lebaran Menangis

Film Senin Harga Naik Jadi Kado Spesial Lebaran 2026, Kisah Ibu dan Anak yang Menghangatkan Hati

Matamediaonline.com – Rumah produksi Starvision kembali menyiapkan sajian istimewa untuk Lebaran 2026 lewat film drama keluarga Senin Harga Naik. Film ini diharapkan menjadi tontonan hangat yang mengajak penonton menemukan kembali arti keluarga dan memaafkan di momen bermaafan.

Setelah kesuksesan film Komang yang menembus lebih dari 3 juta penonton, Starvision yang kini memasuki perjalanan 31 tahun berkarya berkolaborasi dengan Legacy Pictures menghadirkan cerita emosional tentang hubungan anak dan ibu yang penuh konflik sekaligus cinta.

Sejumlah pemain dan kru film Senin Harga Naik menghadiri konferensi pers jelang penayangan film tersebut di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta
Sejumlah pemain film ‘Senin Harga Naik‘ menghadiri konferensi pers jelang penayangan film tersebut di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta

Film ini dibintangi Nadya Arina dan Meriam Bellina sebagai tokoh utama. Selain itu, deretan pemain lain turut meramaikan film ini seperti Andri Mashadi, Brandon Salim, Hamish Daud, Rianti Cartwright, hingga Restu Sinaga.

Film Senin Harga Naik disutradarai oleh Dinna Jasanti dan diproduseri oleh Chand Parwez Servia dari naskah yang ditulis Rino Sarjono.

Cerita film ini mengikuti perjalanan Mutia (Nadya Arina), seorang perempuan yang meninggalkan rumah demi membuktikan dirinya mampu sukses secara mandiri. Namun tiga tahun kemudian, karier Mutia di perusahaan properti justru bergantung pada proyek yang mengancam toko roti legendaris milik ibunya sendiri, Retno (Meriam Bellina).

Mutia ditugaskan melobi sang ibu agar bersedia menjual atau merelakan toko roti keluarga bernama Mercusuar digusur. Kepulangan Mutia ke rumah memicu kembali konflik lama sekaligus membuka ruang untuk rekonsiliasi emosional antara ibu dan anak.

Produser Chand Parwez Servia mengatakan film ini dihadirkan sebagai pengingat pentingnya keluarga di tengah kehidupan modern yang semakin sibuk.

“Lebaran adalah momen yang sangat penting untuk berkumpul kembali dengan keluarga. Kami berharap Senin Harga Naik bisa menjadi film yang menghangatkan hati dan mendorong kita untuk saling memaafkan,” ujarnya.

Baca juga: Tiket World Premiere Sold Out! Film Terbaru Horor Satir Ghost in the Cell Karya Joko Anwar Disambut Meriah di Berlinale 2026

Sementara itu, sutradara Dinna Jasanti berharap film ini dapat menjadi kado Lebaran yang istimewa bagi penonton Indonesia.

“Ini film yang sangat hangat. Semoga menjadi pelukan bagi banyak keluarga yang merayakan Lebaran,” kata Dinna.

Baca juga: Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa Resmi Rilis Official Trailer, Siap Tayang Lebaran 2026

Selain konflik ibu dan anak, film ini juga menghadirkan beragam lapisan drama keluarga—mulai dari hubungan mertua dan menantu, hingga perbedaan pandangan antara orang tua dan anak tentang masa depan.

Latar toko roti legendaris menjadi elemen penting dalam cerita. Tempat tersebut bukan sekadar lokasi usaha keluarga, tetapi juga ruang yang menyimpan kenangan, emosi, dan sejarah kehidupan para tokohnya.

Bagi Nadya Arina, memerankan Mutia menjadi pengalaman yang memberi refleksi tentang hubungan anak dengan orang tua.

“Film ini mengajarkan saya untuk lebih memahami orang tua. Banyak kesalahpahaman yang sebenarnya muncul karena cara komunikasi yang berbeda,” ujar Nadya.

Sementara Meriam Bellina menilai film ini mengingatkan bahwa kebersamaan keluarga sering kali baru terasa berharga ketika telah hilang.

“Kadang kita baru sadar ketika kehilangan. Film ini menunjukkan bahwa selalu ada kesempatan untuk memperbaiki hubungan,” katanya.

Film Senin Harga Naik dijadwalkan tayang mulai 18 Maret 2026 di bioskop seluruh Indonesia sebagai salah satu film pilihan untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.


Sinopsis Singkat

Mutia meninggalkan rumah setelah bertengkar dengan ibunya, Retno, demi membuktikan dirinya bisa sukses sendiri.

Tiga tahun kemudian, karier Mutia di perusahaan properti bergantung pada proyek penggusuran Mercusuar—toko roti legendaris milik ibunya.

Tak punya pilihan lain, Mutia kembali ke rumah dan bekerja sama dengan kakak serta adiknya untuk melunakkan hati sang ibu agar mau menjual toko roti tersebut.

Namun kepulangannya justru membuka kembali luka lama sekaligus memberi kesempatan bagi mereka untuk memahami arti keluarga yang sesungguhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *