Matamediaonline.com – Seminar Natal Nasional 2025 menempatkan isu ketahanan keluarga sebagai persoalan strategis bangsa di tengah tekanan hidup kota metropolitan yang kian kompleks. Mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Kota Metropolitan”, seminar ini menjadi ruang refleksi lintas iman sekaligus forum pencarian solusi atas krisis keluarga modern yang dilaksanakan di Aula Lt. 1 STFT Jakarta Pusat. Sabtu (3/1).
Sejumlah tokoh nasional lintas agama, pejabat negara, akademisi, dan pemimpin gereja hadir dalam seminar ini, di antaranya Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Stella Christie, serta Ketua Umum PGI Pdt. Dr. (HC) Jacklevyn Frits Manuputty.
Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa keluarga Indonesia saat ini berada di persimpangan tekanan struktural—mulai dari ketidakpastian ekonomi, relasi rumah tangga yang rapuh, ancaman pinjaman online dan judi daring, hingga krisis nilai akibat kehidupan urban yang serba cepat.
“Keluarga hari ini tidak hanya diuji oleh iman, tetapi juga oleh sistem sosial dan ekonomi. Namun kami percaya, kehadiran Tuhan memberi kekuatan moral untuk bertahan dan bangkit,” ujar Maruarar.
Baca Juga: Dirjen Binmas Kemenag RI Rayakan Natal 2025 Bersama 2.500 ASN Kristen-Katolik
Ia menekankan bahwa Natal Nasional tidak dimaksudkan sebagai seremoni keagamaan semata, melainkan gerakan sosial yang menyentuh akar persoalan. Panitia memaparkan sejumlah program berdampak nasional, seperti bantuan pendidikan bagi generasi muda, penyediaan ambulans dan kursi roda, pembangunan jembatan gantung di Papua, serta dukungan bagi ribuan kelompok rentan.
Baca Juga: Natal Bersama Gereja-Gereja Asal Sumatera Utara di Jakarta, Rajut Persaudaraan di Tanah Perantauan
Koordinator Seminar Natal Nasional, Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, menilai isu keluarga perlu ditempatkan sebagai agenda strategis lintas sektor.
“Keluarga adalah fondasi gereja dan bangsa. Ketika keluarga rapuh, maka krisis sosial akan mengikuti. Negara, masyarakat, dan komunitas iman harus bergerak bersama,” ujarnya.
Seminar ini juga menampilkan wajah kuat solidaritas lintas iman. Dukungan kemanusiaan dari berbagai kelompok agama disalurkan tanpa membedakan latar belakang penerima, menegaskan bahwa krisis keluarga adalah persoalan bersama.
Melalui Seminar Natal Nasional 2025, panitia menegaskan pesan bahwa ketahanan keluarga bukan hanya urusan moral dan spiritual, tetapi juga investasi sosial bagi masa depan Indonesia.
