Matamediaonline.com – Suasana hangat, haru, dan penuh kekeluargaan menyelimuti Ballroom Hotel BW, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1/2026). Keluarga besar Pomparan Op. Solam Nainggolan Batuara berkumpul dalam Perayaan Natal 2025 dan Bona Taon 2026 dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.”
Perayaan ini menjadi ruang perjumpaan lintas generasi—tempat orang tua, anak, dan cucu saling menyapa, berbagi cerita, serta menguatkan kembali ikatan persaudaraan yang diwariskan dari leluhur Op. Solam Nainggolan Batuara.
Acara diawali dengan ibadah Natal yang berlangsung sakral dan penuh penghayatan. Penasehat keluarga DJH. Nainggolan (Op. Gilbert), Ketua Nainggolan Sedunia Dr. Bernard Nainggolan, S.H., M.H., Tokoh muda Op. Solan St. Ginagan Nainggolan, jajaran pengurus, serta seluruh keluarga besar Pomparan Op. Solam Nainggolan mengikuti ibadah dengan khusyuk.
Keunikan perayaan terasa kuat saat liturgi disampaikan dalam sepuluh bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Pakpak Dairi, Batak Karo, Batak Angkola, Jawa, Manado, Inggris, dan Prancis.
Ragam bahasa tersebut mencerminkan luasnya perjalanan keluarga besar Nainggolan sekaligus kekayaan budaya yang tetap dijaga.
Secara khusus, DJH. Nainggolan (Op. Gilbert) menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa kebersamaan keluarga adalah anugerah yang harus dirawat.
“Perayaan Natal dan Bona Taon ini bukan hanya acara tahunan. Ini adalah momen untuk kembali menguatkan iman dan persaudaraan. Dari keluarga yang rukun, lahir generasi yang kuat dan berkarakter,” ujar Op. Gilbert. Ia berpesan agar seluruh pomparan, khususnya generasi muda, tidak melupakan akar dan jati diri.
“Adat dan iman harus berjalan seiring. Jangan pernah lupa asal-usul, karena di situlah kekuatan keluarga kita,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Nainggolan Sedunia Dr. Bernard Nainggolan, S.H., M.H. menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan dalam keluarga besar Op. Solam Nainggolan.
“Kita datang dari latar belakang yang berbeda-beda, tetapi kita disatukan oleh satu ikatan keluarga. Jika kebersamaan ini terus kita rawat, Pomparan Op. Solam Nainggolan akan tetap solid dari generasi ke generasi,” kata Dr. Bernard.
Ia juga mengajak seluruh keluarga menjadikan nilai Natal sebagai pedoman hidup sehari-hari.
“Kasih, kerendahan hati, dan kepedulian sosial harus nyata dalam tindakan. Dari keluarga, kita belajar memberi manfaat bagi gereja, masyarakat, dan bangsa,” tambahnya.
Suara generasi muda pun turut menguatkan makna perayaan tersebut. St. Ginagan Nainggolan, salah satu tokoh muda Pomparan Op. Solam Nainggolan, menyampaikan harapannya agar tradisi kebersamaan ini terus dijaga.
“Sebagai generasi muda, kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar ini. Natal dan Bona Taon bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga membangun masa depan keluarga agar tetap rukun, saling mendukung, dan berpegang pada nilai adat serta iman,” ujar Ginagan yang juga melayani di Gereja HKBP Resort Tebet.
Menurutnya, pertemuan seperti ini menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami jati diri dan tanggung jawab sebagai penerus keluarga.
“Di sinilah kami belajar arti persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga nama baik keluarga Nainggolan ke mana pun kami melangkah,” katanya.
Perayaan Natal 2025 dan Bona Taon 2026 Pomparan Op. Solam Nainggolan pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjelma sebagai ikatan emosional yang menautkan iman, adat, dan harapan—sebuah warisan nilai yang terus hidup dan mengalir dari generasi ke generasi.
