Matamediaonline.com – Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai berpotensi memberi dampak besar terhadap keberlangsungan usaha kapal perikanan. Tingginya ketergantungan terhadap BBM membuat biaya operasional kapal ikan sangat rentan terhadap perubahan harga energi tersebut.
Ketua Gabungan Agen Kapal Perikanan Indonesia (GASKAPINDO) DKI Jakarta, Safrizal, mengatakan bahwa porsi BBM dalam operasional kapal ikan bisa mencapai sekitar 60 persen. Kondisi ini membuat kenaikan harga BBM akan langsung menekan biaya produksi di sektor perikanan tangkap.
“Pasti sangat berpengaruh sekali, karena BBM itu kurang lebih hampir sekitar 60 persen dari cost operasional,” ujar Safrizal kepada matamediaonline di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Muara Baru, Jakarta utara. Rabu (1/4).
Menurutnya, karakteristik kapal ikan tangkap berbeda dengan kapal kargo atau kapal penumpang yang memiliki rute tetap. Kapal perikanan harus berpindah-pindah lokasi untuk mencari ikan, sehingga konsumsi bahan bakar sulit diprediksi.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, kapal bisa berlayar dengan target waktu tertentu, misalnya enam hingga tujuh bulan, dengan estimasi kebutuhan solar yang sudah diperhitungkan. Namun dalam praktiknya, hasil tangkapan tidak selalu sesuai harapan.
“Kalau ikan sulit didapat, kapal harus terus bergerak. Artinya manuver semakin banyak dan kebutuhan BBM juga semakin besar,” katanya.
Situasi ini berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, mulai dari penurunan pendapatan hingga kerugian bagi pemilik kapal. Terlebih jika kenaikan biaya operasional tidak diimbangi dengan kenaikan harga ikan di pasaran.
Dalam kondisi terburuk, Safrizal menilai para pelaku usaha bisa mengurangi jumlah armada bahkan menghentikan operasional karena beban biaya yang terlalu tinggi.
Karena itu, GASKAPINDO DKI Jakarta berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali rencana kenaikan harga BBM, khususnya dengan melihat dampaknya terhadap sektor perikanan.
Selain itu, pemerintah juga didorong untuk menyiapkan kebijakan mitigasi, seperti pemberian subsidi BBM bagi nelayan atau penyesuaian harga ikan agar tetap seimbang dengan biaya operasional.
Penulis: Davidgolan
Editor: Davidgoland












