JAKARTA – Matamediaonline.com| Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur periode 2025–2027 resmi dilantik di Aula C Gedung Wali Kota Jakarta Timur, Sabtu (11/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas komitmen GMNI Jakarta Timur dalam mencetak kader yang produktif, kritis, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Pelantikan dirangkaikan dengan Orasi Kebangsaan bertema “Menciptakan Generasi Anti Kemiskinan Melalui Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan Hidup untuk Menghasilkan Kader Produktif dalam Menyambut Bonus Demografi.”
Tema tersebut menegaskan komitmen GMNI untuk mendorong peran generasi muda dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan kemiskinan melalui penguatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat, khususnya kaum marhaen.
Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar hadir sekaligus melantik jajaran pengurus DPC GMNI Jakarta Timur periode 2025–2027. Acara juga dihadiri Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur Bambang Pangestu Aldryan yang mewakili Wali Kota Jakarta Timur, akademisi Marthin Siregar, serta sejumlah tokoh organisasi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menyampaikan Orasi Kebangsaan bertajuk Peran Generasi Muda yang Berorientasi kepada Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan Hidup dalam Menyambut Bonus Demografi untuk Mendukung Jakarta sebagai Kota Global.
Orasi juga disampaikan oleh Rommy Jiwaperwira, alumni GMNI sekaligus Sekretaris DPC PA GMNI Jakarta Timur, dengan tema Menuju GMNI yang Anti Kemiskinan serta Mampu Menjadi Pilar Penting Kekuatan Nasional. Sementara motivasi kepada para kader disampaikan Ketua DPP PA GMNI Ade Reza Hariyadi.
Adapun susunan pengurus inti DPC GMNI Jakarta Timur periode 2025–2027 sebagai berikut:
- Ketua: Jansen Henry Kurniawan
- Sekretaris: Feronika Nurlat Latbual
- Bendahara: Jeremy Andsent
Dalam sambutannya, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur Jansen Henry Kurniawan menegaskan bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030–2035 harus menjadi peluang untuk melahirkan generasi produktif, bukan sekadar menambah jumlah penduduk usia kerja.
Baca juga: DPC GMNI Jakarta Timur Buka Posko Bantuan Hukum Rakyat, Fokus Dampingi Kaum Marhaen dan Marginal
Menurutnya, penguatan ekonomi kreatif berbasis lingkungan menjadi salah satu strategi penting dalam membangun generasi yang mampu keluar dari kemiskinan sekaligus menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
“Jangan sampai bonus demografi hanya menghasilkan usia produktif yang kontra produktif. Yang kita butuhkan adalah generasi produktif dengan semangat anti kemiskinan sebagaimana tercermin dalam Mars GMNI,” ujar Jansen.
Ia juga menilai Jakarta Timur memiliki posisi strategis sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di DKI Jakarta, yakni sekitar 3,2 juta jiwa berdasarkan data BPS 2026, sehingga berpotensi menjadi contoh pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan generasi muda.
Menutup sambutannya, Jansen menegaskan GMNI merupakan intelektual movement yang harus menjalankan fungsi sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah.
Menurutnya, mahasiswa harus berani memberikan kritik yang konstruktif terhadap setiap kebijakan publik yang tidak berpihak kepada rakyat, namun juga siap bersinergi mendukung kebijakan yang membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya kaum marhaen.
“Baik kritik maupun sinergi harus dibangun berdasarkan kajian akademis yang objektif, terukur, dan bertanggung jawab,” tegasnya.











