JAKARTA – Matamediaonline.com| Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya Nusantara (PBN) menggelar Silaturahmi Pendiri dan Pengurus Partai Berkarya Nusantara di MANGKULUHUR ARTOTEL Suites, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2026).
Ketua Umum DPP Partai Berkarya Nusantara, Neneng A. Tuty, S.H., bersama Sekjen DPP PBN Brigjen TNI (Purn) Achmad Said serta tamu kehormatan Staf khusus Menko PMK bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi Irjen Pol. R. Ahmad Nurwahid, SE.,M.M., tampak duduk bersama ditengah para pengurus dari berbagai daerah.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Partai Berkarya Nusantara, kemudian penampilan tari Lenggang kreasi Betawi yang menambah semarak suasana sekaligus menampilkan kekayaan budaya Nusantara.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP Partai Berkarya Nusantara, Neneng A. Tuty, S.H., menegaskan bahwa silaturahmi tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat persatuan sekaligus membangun semangat baru dalam membesarkan partai.

Menurut Neneng, kekuatan sebuah partai politik tidak hanya diukur dari jumlah kader maupun struktur organisasinya, tetapi terutama dari soliditas, kekompakan, dan komitmen seluruh anggotanya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Baca juga: Didukung 40 PDK dan Organisasi Pendiri, Sari Yuliati Makin Dekat Kursi Ketua Umum Kosgoro 1957
“Silaturahmi ini menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, menyamakan visi, serta memperkuat semangat perjuangan sebagai keluarga besar Partai Berkarya Nusantara,” ujar Neneng.
Ia mengajak seluruh pengurus mulai dari tingkat pusat hingga daerah untuk menjadikan PBN sebagai rumah bersama yang terbuka bagi seluruh kader dalam menyampaikan gagasan, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan organisasi.
Baca juga: Rakernas I Gerakan Rakyat 2026: Fondasi Organisasi Nasional Menuju Partai Politik 2029
Neneng juga menekankan bahwa keberagaman latar belakang maupun perbedaan pandangan merupakan dinamika yang wajar dalam organisasi politik. Namun, menurutnya, seluruh kader memiliki tujuan yang sama, yakni membangun partai yang semakin kuat serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain memperkuat konsolidasi internal dan kaderisasi, PBN juga didorong untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan rakyat.
“Kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui kerja nyata. Karena itu, partai harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi mereka, sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Neneng kembali menegaskan komitmen Partai Berkarya Nusantara untuk mendukung berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya di bidang ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan nasional.
Sementara itu, Staf Khusus Menko PMK Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol. R. Ahmad Nurwahid, S.E., M.M., yang hadir sebagai tamu kehormatan, mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan melalui penguatan nilai-nilai Pancasila dan budaya gotong royong.
Menurutnya, Indonesia memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan tradisi yang merupakan kekuatan bangsa apabila dikelola dengan baik.
“Di tengah kemajemukan bangsa, Pancasila menjadi fondasi utama yang mampu mempersatukan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ahmad Nurwahid memperkenalkan filosofi lima olah, yakni olah raga, olah jiwa, olah rasa, olah karsa, dan olah karya sebagai konsep pembangunan manusia Indonesia yang utuh. Menurutnya, olah karya menjadi puncak dari proses tersebut karena mencerminkan kemampuan seseorang menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan organisasi, acara juga diisi dengan penyerahan simbolis berkas kepengurusan dari DPW PBN Banten kepada Ketua DPP Partai Berkarya Nusantara.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dialog dan berbagi gagasan antara pengurus pusat, kader, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan sebagai upaya memperkuat komunikasi dan sinergi dalam membangun organisasi ke depan.












