JAKARTA — Matamediaonline.com| Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Batak Bersatu (DPD PBB) DKI Jakarta menggelar rapat perdana untuk mematangkan agenda Pelatihan Kapasitas dan Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) PBB DKI Jakarta. Rapat berlangsung di Sekretariat DPD PBB DKI Jakarta, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2026).
Pelatihan tersebut direncanakan digelar selama tiga hari dua malam di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat pada 29–31 Oktober 2026. Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kedisiplinan, kesiapan, tanggung jawab, serta kemampuan anggota Satgas dalam menjalankan tugas organisasi secara profesional dan humanis.
Selain penguatan fisik dan mental, pelatihan akan memberikan pemahaman mengenai hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta batas kewenangan organisasi kemasyarakatan dalam kehidupan bermasyarakat.
Program tersebut juga dirancang untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, koordinasi, penanganan konflik, serta penyelesaian persoalan secara persuasif.
Rapat koordinasi dihadiri Ketua PBB DKI Jakarta Dayan F. Siringoringo, S.H., Kabiro Pangda DPD PBB DKI Jakarta Sahat Hasiholan Situmorang, Kasatgas PBB DKI Jakarta Jadido Butarbutar, Kabiro Sosbudara Amson Siringoringo, Kabiro Pers PBB DKI David Nainggolan, Wakabiro Pers Rosmauli Panggabean, jajaran Hankam DKI Jakarta Bernard Manullang dan Ria Tampubolon, Biro Srikandi PBB DKI Jakarta Hasiholan br Tambunan, serta anggota Satgas DPD PBB DKI Jakarta Zen Silalahi.
Rapat dipimpin Kabiro Pangda DPD PBB DKI Jakarta Sahat Hasiholan Situmorang dan didampingi Ketua DPD PBB DKI Jakarta Dayan F. Siringoringo serta Kasatgas Jadido Butarbutar bersama jajaran pengurus.
Pembahasan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM), pemahaman batas kewenangan Satgas di lapangan, penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta pemantapan draf proposal kegiatan kemitraan.
Ketua DPD PBB DKI Jakarta Dayan F. Siringoringo dalam arahannya meminta jajaran panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan, tujuan, kebutuhan anggaran, dan sumber pembiayaan tertuang secara jelas dalam proposal.
Ia juga mendorong agar proposal kegiatan selanjutnya disampaikan melalui mekanisme audiensi dan komunikasi kelembagaan dengan berbagai pihak untuk memperoleh dukungan sesuai ketentuan.
Baca juga: PBB DPD DKI Jakarta Sosialisasikan MUSCAB kepada DPC dan PAC, Konsolidasi Organisasi Dimatangkan
Rencana distribusi proposal dan undangan akan diarahkan kepada unsur Forkopimda Provinsi DKI Jakarta, antara lain Gubernur DKI Jakarta, Ketua DPRD DKI Jakarta, Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, dan Kajati. Selain itu, proposal juga akan ditujukan kepada unsur Forkopimda tingkat kota administrasi, BUMD, serta perusahaan swasta.
Sementara itu, Kabiro Pangda DPD PBB DKI Jakarta Sahat Hasiholan Situmorang menekankan pentingnya disiplin serta kesiapan fisik dan mental anggota Satgas.
“Sebagai garda terdepan pertahanan dan keamanan DPD PBB DKI Jakarta, jajaran Satgas dan Hankam harus memiliki disiplin tinggi. Kesiapan fisik saja tidak cukup jika tidak diimbangi pemahaman aturan hukum. Pelatihan kapasitas ini sangat vital agar personel di lapangan tahu persis batas-batas kewenangannya,” ujar Sahat.
Ia mengatakan anggota Satgas diharapkan mampu mengenali secara dini potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masyarakat dan menyampaikannya kepada pihak berwenang.
Baca juga: Enzy Storia, Afgan hingga 7 Komika Perempuan Siap Bikin Ngakak Lewat Film Agensi Rumah Tangga
“Dampak positif yang kami harapkan adalah terbentuknya Satgas yang lebih disiplin, kompak, bertanggung jawab dan mampu menjadi contoh yang baik bagi anggota maupun masyarakat. Pada akhirnya, peningkatan kapasitas ini juga akan memperkuat PBB DKI Jakarta sebagai organisasi yang hadir untuk memberikan manfaat dan membangun sinergi dengan pemerintah serta aparat keamanan,” tambah Sahat.
Sementara itu, Kasatgas DPD PBB DKI Jakarta Jadido Butarbutar mengatakan pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan anggota secara individu, tetapi juga membawa perubahan positif terhadap kualitas organisasi secara keseluruhan.
“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini seluruh anggota Satgas memiliki pemahaman yang sama tentang tugas, tanggung jawab, disiplin, dan batas kewenangan sebagai bagian dari organisasi. Dengan begitu, mereka dapat menjalankan tugas dengan lebih percaya diri, terukur, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” ujar Jadido.
Menurutnya, peningkatan kapasitas Satgas juga diharapkan dapat memperkuat citra PBB sebagai organisasi kemasyarakatan yang mampu memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Kami ingin Satgas PBB bukan hanya terlihat siap secara fisik, tetapi juga memiliki mental yang baik, mampu berkomunikasi, menghargai masyarakat, serta memahami bahwa setiap persoalan harus diselesaikan sesuai aturan dan melalui koordinasi dengan pihak yang berwenang,” katanya.
Jadido menambahkan, pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan kekompakan antaranggota sekaligus membangun rasa tanggung jawab dalam menjalankan amanah organisasi.
Dalam rapat tersebut juga disepakati sejumlah penyesuaian terhadap rencana kegiatan. Pelatihan ditetapkan berlangsung selama tiga hari dua malam di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Selain itu, anggaran akan menyesuaikan kebutuhan perlengkapan Satgas, termasuk seragam lapangan (PDL) lengkap dan sepatu pelatihan.
Rapat juga membahas alokasi uang pembinaan sebesar Rp200.000 per hari per orang selama mengikuti pelatihan sebagai bentuk kompensasi waktu anggota selama kegiatan.
Untuk memperkuat sinergi kelembagaan, DPD PBB DKI Jakarta berencana mengajukan proposal kolaborasi kepada sejumlah instansi, di antaranya Polda Metro Jaya melalui fungsi Binmas, Satpol PP, Kesbangpol, serta perangkat daerah terkait di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Melalui kegiatan tersebut, DPD PBB DKI Jakarta menargetkan terbentuknya jajaran Satgas yang disiplin, humanis, terdidik, taat hukum, dan mampu menjalankan tugas organisasi secara bertanggung jawab.
Komitmen tersebut juga diarahkan untuk mendukung semangat Jaga Jakarta, melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di Ibu Kota.
