BEKASI – Matamediaonline.com| Kapolri mendorong perusahaan mengubah cara pandang terhadap pekerja. Buruh tidak semestinya hanya diposisikan sebagai tenaga kerja, tetapi harus menjadi aset, mitra, sekaligus bagian dari keluarga perusahaan.
Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Hubungan Industrial, Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi”.
“Jadikan buruh sebagai aset, mitra, dan bagian dari keluarga perusahaan,” ujar Kapolri.
Menurutnya, perubahan cara pandang tersebut penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat. Keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan pekerja bukan dua kepentingan yang harus dipertentangkan, melainkan perlu berjalan beriringan.
Perusahaan membutuhkan pekerja yang produktif dan berkualitas agar mampu bertahan serta berkembang. Di sisi lain, pekerja membutuhkan perusahaan yang sehat untuk mendapatkan kepastian kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Keseimbangan tersebut semakin penting di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang turut memberikan tekanan terhadap dunia usaha maupun sektor ketenagakerjaan.
Baca juga: Sempat Tertunda, FTPI Kembali Pastikan Gelaran Sabuk Emas Kapolri 2026 Naik Ring 11 September
Karena itu, pemerintah, pengusaha, investor, dan pekerja dinilai perlu memperkuat komunikasi serta kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Kapolri juga mengapresiasi perjuangan FSPMI yang dinilai semakin mengedepankan silaturahmi dan dialog dengan pemerintah maupun kalangan pengusaha.
Baca juga: Beras di Jakbar Masih Aman, Tapi Harga Medium dan Premium di Sejumlah Pasar Melebihi HET
Perbedaan kepentingan dalam hubungan industrial diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan melalui langkah yang justru berpotensi merugikan pekerja maupun perusahaan.
Pendekatan serupa terlihat dalam pembahasan Cipta Kerja yang diawali melalui pertemuan antara serikat buruh dan asosiasi pengusaha. Langkah tersebut diapresiasi sebagai upaya mencari titik temu dengan tetap berpegang pada regulasi serta perlindungan terhadap hak-hak pekerja.
Konsolidasi Akbar FSPMI di MM2100 dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari sekitar 1.200 perusahaan di kawasan industri tersebut.
Sejumlah unsur serikat pekerja, pengusaha, APINDO, pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, hingga jajaran Polri turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Di tengah upaya memperkuat hubungan industrial, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi dan investasi untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Kekayaan sumber daya alam serta besarnya pasar domestik Indonesia menjadi modal penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja. Namun, investasi membutuhkan iklim yang aman dan kondusif.
Kapolri karena itu meminta praktik pungutan liar, premanisme, maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya yang menghambat aktivitas dunia usaha segera dilaporkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Peningkatan investasi juga perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kapolri mengapresiasi keberadaan SMK Mitra Industri MM2100 sebagai bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja yang semakin kompetitif.
Pendidikan dan pelatihan tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi pekerja Indonesia untuk tidak hanya mengisi posisi operasional, tetapi juga berkembang hingga menduduki posisi manajerial maupun strategis di perusahaan.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, investor, dan buruh pada akhirnya menjadi salah satu kunci agar investasi terus tumbuh, lapangan kerja semakin luas, dan kesejahteraan pekerja meningkat menuju Indonesia Emas 2045.












