JAKARTA — Matamediaonline.com| Film Memburu Pemangsa tak hanya membawa isu kekerasan anak ke layar bioskop. Menjelang penayangannya pada 24 September 2026, Sinemaku Pictures menggelar konser amal yang seluruh hasil donasinya akan disalurkan untuk membantu penanganan kasus kekerasan terhadap anak.
Konser bertajuk “Suara dari Perburuan: Konser Amal Film Memburu Pemangsa” akan digelar di Pulau 1 Senayan Park, Jakarta, Rabu (16/9/2026), mulai pukul 16.00 WIB.
Konser ini menghadirkan sejumlah musisi, di antaranya .Feast dan Efek Rumah Kaca, serta Trust Orchestra yang personelnya merupakan anak-anak.
Dalam konser tersebut, Trust Orchestra akan mengiringi penampilan .Feast dan Efek Rumah Kaca. Sesi vokal kemudian akan dinyanyikan bersama-sama dengan iringan orkestra dan melibatkan seluruh penonton.

Tiket konser menggunakan sistem donasi senilai Rp50 ribu. Seluruh hasil donasi akan disalurkan melalui LBH APIK (Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan) yang selama ini mengadvokasi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menyediakan rumah aman bagi penyintas.
Melalui konser tersebut, Sinemaku Pictures ingin menjadikan film Memburu Pemangsa bukan sekadar tontonan, tetapi juga bagian dari gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menciptakan ruang aman bagi anak.
Baca juga: Empat Jurnalis Perempuan Bongkar Kejahatan Paling Keji dalam Film Memburu Pemangsa
“Sebagai filmmaker, dan Memburu Pemangsa menjadi film keempat saya, saya merasa perlu dan penting untuk memberikan dampak dari karya yang saya buat. Untuk itu, pendekatan film ini bukan hanya sebatas karya hiburan di bioskop, namun kami juga ingin ini menjadi kesadaran bersama dan menjadi sebuah movement untuk peduli terhadap ruang aman untuk anak-anak,” ujar sutradara Umay Shahab.
Film Memburu Pemangsa merupakan film terbaru Sinemaku Pictures yang disutradarai Umay Shahab. Mengusung genre horror-crime-action, film ini mengangkat isu kekerasan terhadap anak yang masih menjadi persoalan serius.
Baca juga: Sukses Gelar Sabuk Emas Kapolri 2026, FTPI Siapkan Agenda Tinju Profesional Berikutnya
Konser amal tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk berani ikut mengawal keselamatan anak. Sinemaku Pictures berharap film dan kegiatan yang menyertainya dapat mendorong kesadaran publik untuk melakukan pencegahan terhadap kejahatan pada anak.
Masyarakat yang ingin menjadi bagian dari konser “Suara dari Perburuan” dapat melakukan reservasi melalui situs resmi Memburu Pemangsa.
Peserta terlebih dahulu mengisi data, kemudian akan mendapatkan tautan untuk melakukan donasi sebesar Rp50 ribu. Setelah pembayaran selesai, barcode akan diterima dan dapat ditunjukkan saat acara berlangsung pada 16 September 2026.
Sinemaku Pictures menyebut 100 persen hasil donasi akan disalurkan kepada LBH APIK untuk membantu penanganan kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia.
Selain konser amal, Sinemaku Pictures juga menyiapkan program Nonton Bareng (Nobar) Duluan di tujuh kota pada Sabtu (19/9/2026), atau lima hari sebelum film resmi tayang di bioskop Indonesia.
Tujuh kota tersebut yakni:
- Jakarta: Blok M XXI — pukul 16.30 WIB
- Bogor: BTM Bogor XXI — pukul 16.30 WIB
- Depok: Ciplaz Depok XXI — pukul 16.40 WIB
- Bekasi: Mega Bekasi XXI — pukul 16.30 WIB
- Makassar: Panakkukang XXI — pukul 16.40 WITA
- Medan: Cinepolis Plaza Medan Fair — pukul 16.00 WIB
- Yogyakarta: CGV Jwalk — pukul 16.00 WIB
Tiket Nobar Duluan mulai tersedia pada Sabtu (12/9/2026) melalui aplikasi dan situs XXI, CGV, Cinepolis, serta TIX ID.
Film Memburu Pemangsa selanjutnya akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Tentang Sinemaku Pictures
Sinemaku Pictures merupakan rumah produksi yang didirikan pada 2019 oleh Umay Shahab dan Prilly Latuconsina.
Rumah produksi tersebut telah menghasilkan sejumlah film, di antaranya Kukira Kau Rumah (2022), Ketika Berhenti di Sini (2023), Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (2024), dan Perayaan Mati Rasa (2025).
Melalui karya-karyanya, Sinemaku Pictures menyatakan komitmennya menghadirkan cerita yang autentik, relevan, dan memiliki dampak bagi industri perfilman Indonesia.












