JAKARTA — Matamediaonline.com| Film Laut Bercerita persembahan Pal 8 Pictures dan garapan sutradara Yosep Anggi Noen terpilih sebagai film penutup (closing film) Jakarta Film Week (JFW) 2026.
Film yang diadaptasi dari novel best seller karya Leila S. Chudori tersebut akan menutup rangkaian Jakarta Film Week 2026 yang berlangsung pada 21-25 Oktober 2026. Pemutaran Laut Bercerita dijadwalkan pada 25 Oktober, bersamaan dengan penganugerahan bagi film-film yang berkompetisi di festival tersebut.
Produser sekaligus Direktur Pal 8 Pictures, Budi Setyarso, menyambut terpilihnya film tersebut sebagai film penutup JFW 2026. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Laut Bercerita untuk bertemu dengan penonton Indonesia.
“Kami bersyukur dan bangga, Laut Bercerita terpilih sebagai film penutup Jakarta Film Week 2026. Ini adalah film yang menurut kami penting untuk ditonton oleh masyarakat Indonesia saat ini, ketika semangat kebebasan berekspresi juga perlu untuk terus disuarakan, seperti yang dilakukan oleh anak-anak muda dalam pergerakan Gang Winatra,” ujar Budi.
Jakarta Film Week merupakan festival film berskala internasional yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Festival ini menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong Jakarta sebagai kota sinema global. Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan edisi kelima JFW.
Baca juga: Tayang Bareng di TIFF dan BIFF 2026, Film Empat Musim Pertiwi Siap Guncang Bioskop 8 Oktober!
Terpilihnya Laut Bercerita sebagai film penutup JFW 2026 juga melanjutkan perjalanan film tersebut di festival internasional. Sebelumnya, film ini terpilih dalam kompetisi utama Busan International Film Festival (BIFF) 2026, sekaligus menjadi momentum pemutaran perdana dunia (world premiere).
Di BIFF 2026, Laut Bercerita dijadwalkan tayang pada 10-14 Oktober. Selain pemutaran film, rangkaian agenda juga mencakup sesi tanya jawab bersama sineas dan pemeran serta pemutaran yang ditujukan bagi media dan pelaku industri sinema internasional.
Baca juga: Dari Novel Leila S. Chudori ke Busan, Film Laut Bercerita Siap Bertarung di BIFF 2026
Produser Gita Fara mengatakan BIFF dan JFW menjadi bagian penting dari perjalanan awal Laut Bercerita dalam bertemu dengan penonton. Ia berharap pemutaran di JFW dapat membuka ruang percakapan lebih awal bagi masyarakat Indonesia sebelum film tersebut beredar secara luas di bioskop.
“BIFF dan JFW menjadi platform penting dalam perjalanan awal Laut Bercerita untuk bertemu dengan penontonnya. JFW dalam beberapa tahun terakhir juga telah menjadi barometer festival internasional dari Indonesia yang diperhitungkan dan menjadi ruang untuk merayakan karya-karya yang memiliki peran penting,” ujar Gita.
Setelah penayangan di festival, Laut Bercerita akan menyapa penonton di seluruh Indonesia melalui pemutaran serentak di bioskop mulai 29 Oktober 2026. Dengan demikian, penayangan sebagai film penutup JFW menjadi momentum menjelang perilisan komersial film tersebut.
Film drama berdurasi 135 menit ini diangkat dari novel berjudul sama karya Leila S. Chudori. Yosep Anggi Noen menjadi sutradara sekaligus menulis skenario bersama Leila S. Chudori.
Film ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris Indonesia, di antaranya Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, dan Afrian Arisandy.
Dari sisi produksi, Laut Bercerita diproduseri Gita Fara, Budi Setyarso, dan Leila S. Chudori. Film ini diproduksi Pal 8 Pictures bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.
Berlatar Yogyakarta pada akhir 1990-an, Laut Bercerita mengisahkan Biru Laut, seorang mahasiswa yang gemar membaca dan menulis. Bersama kelompok studi Winatra dan sahabat-sahabatnya, Daniel, Alex, dan Sunu, Laut terlibat dalam perjuangan mempertahankan kebebasan berekspresi di tengah situasi kampus yang penuh ketegangan.
Ketika Laut dan sejumlah kawannya menghilang tanpa kabar, keluarga dan orang-orang terdekatnya menghadapi pencarian panjang untuk menemukan jawaban mengenai keberadaan mereka. Kisah tersebut membawa tema kehilangan, daya tahan, persahabatan, dan harapan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan tokoh-tokohnya.
