BERITA, TNI  

Ibadah Syukur HUT Ke-81 TNI, Prajurit dan PNS TNI AD Perkuat Iman dan Integritas

JAKARTA — Matamediaonline.com| Memperingati Dirgahayu TNI ke-81, prajurit dan PNS TNI AD sewilayah Kogartap 1/JKT mengikuti ibadah dan doa syukur sebagai ungkapan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pengabdian TNI kepada bangsa dan negara.

Ibadah dan doa syukur tersebut berlangsung di Gereja GPIB Koinonia, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (2/10/2026), dengan mengusung tema HUT ke-81 TNI, yakni “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat (Disbintalad) tersebut menjadi momentum spiritual bagi prajurit dan PNS TNI untuk merefleksikan kembali tugas, tanggung jawab, serta panggilan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Ketua panitia penyelenggara, Kolonel Inf Kadirman Gultom, bersama jajaran panitia memastikan rangkaian ibadah berlangsung dengan khidmat. Para peserta mengikuti setiap rangkaian ibadah sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus permohonan agar TNI senantiasa diberikan kekuatan dan hikmat dalam menjalankan tugas.

Pendeta Disbintalad, Mayor Inf Dr. Priden Ginting, S.Th., mengatakan ibadah doa syukur tersebut tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan TNI, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh prajurit dan PNS TNI mengenai panggilan hidupnya sebagai “anak-anak Tuhan” yang harus mampu menjadi garam dan terang di tengah masyarakat.

Baca juga: Ribuan Warga Ramaikan Hit & Eat Kodam Jaya, Ada Daging Sapi Lada

“Harapannya melalui doa syukur ini, seluruh prajurit TNI dan PNS memahami tugas dan panggilannya sebagai garam dan terang untuk terus berkontribusi bagi satuan, masyarakat, bangsa, dan negara. Kita menyadari bahwa TNI tanpa rakyat itu tidak mungkin. Karena TNI lahir dari rakyat dan TNI bersama dengan rakyat, maka pertahanan kita menjadi kuat,” ujar Mayor Inf Dr. Priden Ginting.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku prajurit maupun PNS TNI dalam menjalankan tugas. Kekuatan dalam melaksanakan pengabdian tidak hanya membutuhkan kemampuan profesional, tetapi juga keteguhan iman, integritas, serta kesadaran untuk memberikan manfaat bagi lingkungan.

Baca juga: Patroli Humanis Satgas Damai Cartenz di Puncak Jaya, Warga: Kami Merasa Lebih Aman

“Sebagai garda terdepan bangsa ini dalam menegakkan kedaulatan negara, para prajurit dan PNS TNI tahu bahwa panggilan hidupnya adalah menjadi berkat, membawa dorongan spiritual, dan memohon pertolongan serta hikmat dari Tuhan dalam melaksanakan setiap tugas pengabdian,” tuturnya.

Mayor Inf Dr. Priden Ginting menambahkan, menjadi “garam dan terang” bukan sekadar pesan yang disampaikan dalam ibadah, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Tayang Bareng di TIFF dan BIFF 2026, Film Empat Musim Pertiwi Siap Guncang Bioskop 8 Oktober!

“Menjadi garam dan terang berarti menghadirkan keteladanan, menjaga integritas, serta memberikan manfaat bagi lingkungan. Di mana pun prajurit dan PNS TNI berada dan bertugas, hendaknya kehadirannya mampu membawa kebaikan, memberikan penguatan kepada sesama, serta menjaga kepercayaan masyarakat,” katanya.

Pesan tentang integritas juga menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah. Dalam penyampaian firman bertema “Prajurit dan PNS TNI Bijak: Tolak Judi Online, Jaga Integritas dan Masa Depan Cerah,” PS Tommy Hesarid Simamora mengingatkan pentingnya menjauhi praktik judi online yang dapat merusak kehidupan pribadi, keluarga, maupun lingkungan kedinasan.

Pesan tersebut menjadi relevan dengan upaya membangun pribadi prajurit dan PNS TNI yang memiliki ketahanan moral serta mampu menjaga kehormatan institusi. Sikap bijak dalam menggunakan teknologi dan menjaga diri dari berbagai aktivitas yang berisiko juga menjadi bagian dari tanggung jawab dalam kehidupan kedinasan.

Rangkaian ibadah turut diwarnai penampilan solois PNS Bernando Tampubolon serta pujian dari paduan suara Yonif Mekanis 203/Arya Kemuning dan Herman Soegeng. Kehadiran para prajurit dan PNS TNI dalam suasana ibadah menciptakan momentum kebersamaan dan refleksi spiritual di tengah peringatan HUT ke-81 TNI.

Sementara itu, khotbah disampaikan oleh Pdt. Monica Betsi Sarah Joris Latumoerissa, S.Th., M.Mim., dengan dasar firman dari Mikha 6:8. Pesan tersebut mengajak umat untuk menjalankan kehidupan dengan mengedepankan kesetiaan, kasih, serta kerendahan hati di hadapan Tuhan.

Melalui ibadah dan doa syukur tersebut, prajurit dan PNS TNI AD sewilayah Kogartap 1/JKT diharapkan semakin menyadari bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas, keteladanan, serta landasan spiritual yang kuat.

Semangat HUT ke-81 TNI pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui pengabdian nyata yang semakin dekat dengan rakyat. Sebab, kekuatan TNI sebagaimana tema peringatan tahun ini juga bertumpu pada kebersamaan antara TNI dan rakyat dalam menjaga kedaulatan serta mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *