JAKARTA — Matamediaonline.com| Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Jakarta Timur menggelar Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) Raya GMNI se-Kota Jakarta Timur pada 9–11 Oktober 2026 di Villa JCC, Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ideologi, membentuk karakter pejuang, serta menyatukan simpul-simpul gerakan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta Timur.
Mengusung tema “Menciptakan Anggota GMNI yang Berideologi dan Bermental Pejuang dalam Era Digitalisasi untuk Menjawab Tantangan Zaman”, PPAB Raya diarahkan untuk membentuk anggota yang berintegritas, memiliki pemahaman ideologi yang kuat, serta mampu mengembangkan gerakan intelektual yang berpihak kepada rakyat, terutama kaum Marhaen.
Di tengah perkembangan digitalisasi, kader GMNI dituntut tidak hanya mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga memiliki daya pikir kritis, kepekaan sosial, dan keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat.
PPAB Raya juga menjadi ruang pengenalan sejarah, ideologi, nilai perjuangan, serta mekanisme organisasi bagi anggota baru. Melalui proses kaderisasi tersebut, GMNI berupaya menanamkan pemahaman bahwa organisasi mahasiswa bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan tempat menempa kapasitas intelektual, karakter, dan kepemimpinan.
Baca juga: Antrean BBM Mengular di Denpasar, Ketua MIO Bali Sesalkan Keterlambatan Pasokan
Untuk membangun fondasi kaderisasi yang komprehensif, PPAB Raya GMNI se-Kota Jakarta Timur menghadirkan enam pemateri dengan materi ideologis, organisatoris, hingga teknis gerakan.
Materi Ke-GMNI-an disampaikan Dzakwan Falih, Wakil Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga DPC GMNI Jakarta Timur. Materi Kesarinahan dibawakan Feronika Nurlat Latbual, Sekretaris DPC GMNI Jakarta Timur.
Baca juga: Yura Yunita dan Idgitaf Rilis Lagu “Mendung”, Kolaborasi Dua Perempuan yang Saling Mengagumi
Selanjutnya, materi Marhaenisme dan Nasionalisme disampaikan Luhut Situmorang, Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Nasional DPP GMNI. Materi Manajemen Aksi dibawakan Batara Budiono Siburian, demisioner Sekretaris DPC GMNI Jakarta Timur.
Adapun materi Muatan Lokal disampaikan Jeremy Andsent, Bendahara DPC GMNI Jakarta Timur, sedangkan materi Manajemen Organisasi dibawakan Jansen Henry Kurniawan selaku Ketua DPC GMNI Jakarta Timur.
Baca juga: Bukan Sekadar Film Horor, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Angkat Kekuatan Iman dan Kasih.
Rangkaian materi tersebut diharapkan membekali anggota baru dengan pemahaman mengenai identitas organisasi, ideologi Marhaenisme, kemampuan mengelola organisasi, serta keterampilan dalam menjalankan gerakan mahasiswa secara terarah dan bertanggung jawab.
Dalam sambutan penutupan, Ketua Panitia Pelaksana La Ode Muhammad Firmansyah menyampaikan bahwa PPAB Raya merupakan bentuk itikad baik Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) se-Kota Jakarta Timur untuk berjalan bersama DPC dalam membesarkan organisasi.
Baca juga: Diikuti 4.000 Pelari, PRIMA Trail Run 2026 Bali Resmi Dibuka Wakil Panglima TNI
“PPAB Raya se-Kota Jakarta Timur ini merupakan itikad baik dari DPK-DPK se-Kota Jakarta Timur untuk membersamai DPC GMNI Jakarta Timur dalam membesarkan panji-panji GMNI di Kota Jakarta Timur. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut La Ode, semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan perlu diteruskan menjadi kerja organisasi yang nyata. Proses kaderisasi, katanya, tidak boleh berhenti setelah kegiatan penerimaan anggota baru selesai.
Pendampingan, pengembangan kapasitas anggota, dan penguatan organisasi di setiap komisariat perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anggota baru dapat tumbuh dan berkontribusi dalam perjuangan organisasi.
Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menegaskan bahwa PPAB Raya merupakan langkah strategis untuk menyatukan simpul-simpul gerakan dari berbagai kampus di Jakarta Timur.
Ia mengajak seluruh anggota memperkuat konsolidasi dan merapatkan barisan melalui semangat samenbundeling van alle revolutionaire krachten, yang dimaknai sebagai penghimpunan atau penyatuan seluruh kekuatan revolusioner.
“PPAB Raya se-Kota Jakarta Timur ini merupakan langkah DPC GMNI Jakarta Timur untuk menyatukan simpul-simpul gerakan dari tiap kampus. Kita harus mampu merapatkan barisan, memperkuat konsolidasi, dan membangun kekuatan bersama melalui semangat samenbundeling van alle revolutionaire krachten,” kata Jansen.
Ia juga mengingatkan bahwa GMNI harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, memiliki kualitas intelektual, berkarakter, dan mempunyai orientasi perjuangan yang jelas.
Menurutnya, keanggotaan tidak boleh berhenti pada identitas formal. Setiap kader harus menjadikan organisasi sebagai ruang untuk terus belajar, memperluas wawasan, menempa diri, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kepemimpinan.
“Jangan sampai GMNI justru menghasilkan kader yang kontraproduktif dan tidak tahu arah. Saya mengajak seluruh anggota baru untuk benar-benar berproses di GMNI dan terus meng-upgrading diri. Sebab, sia-sia ber-GMNI kalau tidak ada kualitas diri yang dibangun karena GMNI itu laboratorium berproses untuk menciptakan intellectual movement yang punya arah jelas, bukan kerumunan gerombolan tanpa arah,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan bahwa penguatan organisasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas individu. Kader diharapkan tidak hanya memahami ideologi secara konseptual, tetapi juga mampu menerjemahkannya melalui pengabdian dan tindakan nyata yang berpihak kepada rakyat.
Setelah rangkaian sambutan penutupan, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan anggota baru GMNI. Prosesi tersebut menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi para anggota untuk memahami dan menghidupi nilai-nilai organisasi, memperdalam ideologi Marhaenisme, serta berpartisipasi aktif dalam kerja-kerja perjuangan GMNI.
Di tengah tantangan era digitalisasi, anggota baru diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas pengetahuan, memperkuat gerakan, dan merespons persoalan sosial secara kritis serta bertanggung jawab.
Pelaksanaan PPAB Raya juga menjadi momentum untuk membangun kesamaan orientasi perjuangan di lingkungan DPC GMNI Jakarta Timur. Penguatan organisasi tidak hanya bergantung pada bertambahnya jumlah anggota, tetapi juga pada kualitas kader, kedisiplinan berorganisasi, keteguhan ideologi, dan persatuan gerakan.
Melalui kaderisasi yang berkelanjutan, GMNI Jakarta Timur diharapkan dapat membentuk kader yang konsisten mengembangkan kapasitas diri, memiliki kesadaran ideologis, serta menjadikan perjuangan untuk keadilan sosial dan kepentingan rakyat sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa.












