JAKARTA — Matamediaonline.com| Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) kembali mematangkan persiapan penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Profesional FTPI Memperebutkan Sabuk Emas Kapolri 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Persiapan ajang bertajuk “FTPI Ultimate Clash” tersebut dibahas dalam rapat lanjutan koordinasi antara panitia FTPI dan Mabes Polri yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Divkum Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).
Rapat tersebut membahas sejumlah perkembangan terbaru, termasuk perubahan waktu puncak acara yang direncanakan berlangsung pada 28 Agustus 2026 di Auditorium LPP TVRI, Senayan, Jakarta, serta revisi rundown dan pematangan berbagai aspek teknis pelaksanaan pertandingan.
Rombongan panitia Kejuaraan Tinju Profesional FTPI dipimpin langsung Ketua Umum DPP FTPI sekaligus Promotor, Neneng A. Tuty, S.H. Turut hadir Co-Promotor Yance Rahayaan, S.Sos., Sekretaris Panitia David Nainggolan, Penata Pertandingan Syarifudin Lado, Humas Z. Leander Ohoibutun, Wakil Bendahara Rosmauli Panggabean, serta Sie Dana/Usaha Ir. Irwansyah Hasibuan dan Stefanus Erubun, A.Md.T.
Kehadiran panitia disambut oleh Brigjen Pol. Anton Saseno, S.H., M.H. dari Divkum Mabes Polri. Pertemuan berlangsung dalam suasana koordinatif dengan fokus utama memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara tertib, profesional, aman, dan sukses.
Dalam rapat tersebut, Brigjen Pol. Anton Saseno memberikan sejumlah masukan terkait pematangan pelaksanaan pertandingan, revisi rundown, pembagian tugas, kesiapan teknis, hingga koordinasi antarpihak yang terlibat.
Menurutnya, setiap tahapan perlu dipersiapkan secara detail agar potensi kendala dapat diminimalisir, khususnya saat gladi maupun ketika memasuki acara puncak.
Brigjen Pol. Anton Saseno menekankan bahwa kesuksesan pertandingan tidak hanya ditentukan oleh jalannya pertarungan di atas ring. Seluruh unsur pendukung, mulai dari rangkaian acara, pengamanan, teknis pertandingan, kesiapan venue, hingga koordinasi dengan pihak penyiaran, harus berjalan dalam satu kesatuan.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh persiapan dimatangkan. Rundown harus benar-benar dipastikan, setiap bagian memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga ketika memasuki acara puncak semuanya dapat berjalan baik, maksimal dan sukses,” ujar Brigjen Pol. Anton Saseno dalam rapat tersebut.
Ia juga mendorong panitia agar terus melakukan koordinasi dan evaluasi hingga menjelang pelaksanaan. Dengan persiapan yang matang, kata dia, potensi kelalaian maupun kendala teknis di lapangan dapat ditekan.
Masukan tersebut mendapat respons positif dari jajaran panitia FTPI. Ketua Umum DPP FTPI sekaligus Promotor Neneng A. Tuty, S.H., menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian Mabes Polri dalam proses persiapan perebutan Sabuk Emas Kapolri 2026.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Mabes Polri, khususnya Brigjen Pol. Anton Saseno, atas masukan, arahan dan dukungannya kepada FTPI. Bagi kami, seluruh masukan ini sangat penting untuk menyempurnakan persiapan sehingga acara puncak nanti dapat berjalan dengan baik, maksimal dan sukses,” kata Neneng.
Neneng menegaskan, FTPI bersama seluruh panitia berkomitmen menjadikan FTPI Ultimate Clash bukan sekadar pertandingan tinju profesional, tetapi juga bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui prestasi olahraga.
“Pertandingan ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga bentuk perayaan kemerdekaan melalui prestasi. Kami bersama Polri berkomitmen menghadirkan event yang profesional, sportif, dan menghibur masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Senada dengan Ketua Umum DPP FTPI, Yance Rahayaan dan Leander Ohoibutun menyambut positif berbagai masukan yang diberikan Mabes Polri. Para panitia menunjukkan antusiasme untuk segera menindaklanjuti hasil rapat dan memastikan setiap sektor bekerja sesuai tugasnya.
Antusiasme tersebut menjadi bagian penting dalam upaya FTPI menghadirkan pertandingan tinju profesional yang berkualitas sekaligus memberikan tontonan menarik bagi masyarakat.
Dalam beberapa hari ke depan, panitia akan terus melakukan pematangan persiapan, termasuk penyelesaian proses kontrak para petinju, perizinan, pengamanan, kesiapan teknis pertandingan, koordinasi antarpanitia, hingga aspek produksi dan siaran televisi bersama TVRI.
Seluruh tahapan tersebut diharapkan dapat berjalan secara terkoordinasi sehingga pelaksanaan Kejuaraan Tinju Profesional FTPI Memperebutkan Sabuk Emas Kapolri 2026 pada 28 Agustus 2026 dapat berlangsung aman, tertib, profesional, sportif, dan sukses.
FTPI Ultimate Clash sekaligus diharapkan menjadi momentum untuk semakin menghidupkan gairah tinju profesional Indonesia serta mempersembahkan prestasi olahraga dalam semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.












