Polwan Indonesia Angkat Kasus “Mail Ordered Bride” di Forum IAWP 2026

BALIMatamediaonline.com| International Association of Women Police (IAWP) Conference 2026 menjadi ruang bagi polisi wanita (Polwan) dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam menghadapi tantangan kepolisian.

Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam forum internasional tersebut adalah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau trafficking, termasuk modus yang menyasar perempuan melalui skema mail ordered bride.

Kompol Riza Sativa menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan tersebut. Ia membawakan materi bertajuk “Trafficking Case Study Involving a ‘Mail Ordered Bride’”.

Dalam pemaparannya, Riza menjelaskan studi kasus perdagangan orang dengan modus mail ordered bride, sekaligus mengungkap potensi kerentanan perempuan Indonesia menjadi sasaran tindak pidana tersebut.

“Wanita Indonesia menjadi salah satu sasaran dari tindak pidana kejahatan ini. Jadi, kita memang harus berhati-hati dan waspada terhadap ancaman trafficking tersebut,” ujar Kompol Riza Sativa. Senin (21/9)

Baca juga: Dugaan Pungutan Muncul di Kalijodo, Polisi Pastikan Fakta di Lapangan

Menurut Riza, forum IAWP bukan hanya menjadi tempat menyampaikan materi, tetapi juga membuka kesempatan bagi Polwan Indonesia untuk berbagi pengalaman dengan penegak hukum dari berbagai negara.

Pertukaran pengalaman tersebut dinilai penting untuk memperluas wawasan sekaligus memahami pola kejahatan perdagangan orang yang dapat melibatkan lintas negara.

Baca juga: Fun Walk HUT TNI ke-81, Pangdam Jaya dan Ribuan Peserta Jalan Bersama dari Senayan ke Monas

Riza berharap kesempatan bagi Polwan Indonesia untuk tampil dalam forum internasional dapat semakin terbuka di masa mendatang.

“Harapan saya, semoga ke depan rekan-rekan kolega saya juga bisa menjadi pembicara di acara yang serupa, baik IAWP maupun acara-acara yang terkait dengan kepolisian lainnya,” kata Riza Sativa.

Baca juga: PBB Banten Hadir dalam Konflik GKPI Mekarsari, Todo Nainggolan: Kami Ada untuk Masyarakat Batak

Sementara itu, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menilai IAWP Conference 2026 menjadi momentum penting bagi Polwan Indonesia untuk membangun jejaring profesional dengan polisi wanita dari berbagai negara.

“Kegiatan IAWP 2026 menjadi momentum strategis bagi Polwan Indonesia untuk memperluas wawasan, membangun jejaring profesional, serta memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan Polwan dari berbagai negara,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Menurut Trunoyudo, interaksi dan pertukaran pengalaman selama forum internasional tersebut dapat memberikan perspektif baru bagi Polwan Indonesia dalam menjalankan tugas kepolisian.

Selain peningkatan kapasitas, jejaring yang terbentuk juga dapat menjadi bagian dari penguatan komunikasi dan kerja sama kepolisian lintas negara, terutama dalam menghadapi kejahatan yang memiliki dimensi internasional seperti perdagangan orang.

Melalui IAWP Conference 2026, Polwan Indonesia tidak hanya memperoleh ruang untuk berbagi pengalaman, tetapi juga memperluas koneksi profesional dengan sesama polisi wanita dari berbagai negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *