MAGELANG – Matamediaonline.com| Sebanyak 1.944 Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) mengikuti Wisuda Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Akpol (Prabhatar) Tahun 2026 di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026).
Upacara wisuda dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., bersama Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., yang bertindak selaku inspektur upacara.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Kepala Staf Angkatan, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, serta sejumlah pejabat utama TNI-Polri.

Dalam amanatnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan bahwa tantangan keamanan yang dihadapi bangsa semakin kompleks. Ancaman tersebut tidak hanya berupa konflik bersenjata, tetapi juga mencakup serangan siber, disinformasi, kejahatan lintas negara, hingga bencana alam.
Baca juga: Panglima TNI dan Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penertiban Kawasan Hutan Tahap Kedelapan
Menurut Agus, kondisi tersebut menuntut lahirnya generasi TNI dan Polri yang adaptif, menguasai teknologi, serta mampu bergerak cepat dan terpadu dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kondisi tersebut membutuhkan generasi TNI dan Polri yang adaptif, menguasai teknologi, serta mampu bergerak cepat dan terpadu. Pendidikan integratif inilah yang menjadi fondasi untuk membangun kemampuan tersebut sejak dini,” tegas Panglima TNI.
Baca juga: Tiga Kali Gagal Seleksi TNI, Samboi Lubis Nekat ke Jakarta demi Masa Depan Keluarga
Ia menekankan bahwa perkembangan lingkungan strategis mengharuskan calon pemimpin TNI dan Polri memiliki kesiapan menghadapi berbagai bentuk ancaman, termasuk yang berkembang seiring kemajuan teknologi.
Selain kemampuan fisik dan keterampilan dasar keprajuritan, pendidikan integratif TNI-Polri juga diarahkan untuk membentuk karakter, sikap, pola pikir, serta kepemimpinan para taruna.
Panglima TNI menyebut Pendidikan Dasar Integratif sebagai tahap penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya memiliki kemampuan profesional, tetapi juga berkarakter dan mampu menjalankan tanggung jawab sebagai calon pemimpin.
“Pendidikan Dasar Integratif tidak hanya membentuk fisik dan keterampilan, tetapi juga cara berpikir, sikap, dan karakter sebagai calon pemimpin,” ujarnya.
Melalui pendidikan bersama, para taruna TNI dan Polri diharapkan dapat membangun pemahaman, kebersamaan, dan hubungan yang kuat sejak awal masa pendidikan.
Fondasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung soliditas dan sinergitas kedua institusi ketika kelak menjalankan tugas sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing.
Wisuda Prabhatar 2026 menjadi penanda selesainya tahapan Pendidikan Dasar Keprajuritan bagi para taruna sebelum melanjutkan proses pendidikan sesuai jalur akademi masing-masing.
Pendidikan integratif TNI-Polri diharapkan mampu mempersiapkan calon perwira yang profesional, berkarakter, adaptif, serta memiliki kemampuan bekerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
Sinergi kedua institusi juga menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan keselamatan bangsa dan negara.
Dengan bekal pendidikan dasar keprajuritan dan nilai-nilai integratif yang telah ditanamkan, para taruna diharapkan mampu melanjutkan pendidikan dengan semangat pengabdian, disiplin, dan tanggung jawab sebagai calon pemimpin masa depan.
Wisuda Prabhatar 2026 sekaligus menegaskan pentingnya membangun kualitas sumber daya manusia TNI-Polri sejak tahap awal pendidikan, agar mampu menjawab kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional di tengah dinamika ancaman modern.












