Matamediaonline.com – Peringatan Hari Gizi Nasional di Jakarta Barat kembali menuai sorotan. Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah turun langsung meninjau Taman Palmerah Indah, Minggu (25/1), namun kalangan aktivis menilai kegiatan tersebut masih cenderung bersifat seremonial dan belum menyentuh akar persoalan gizi dan pengelolaan ruang publik.
Kunjungan Wali Kota yang didampingi jajaran pejabat wilayah, mulai dari Asisten Kota, Camat Palmerah, Kapolsek Palmerah, Lurah Palmerah hingga unsur Tiga Pilar, dinilai sebagai bentuk kehadiran pemerintah di ruang publik. Namun efektivitas kebijakan pascakegiatan dipertanyakan.
Iin Mutmainnah dalam keterangannya menekankan pentingnya kebersihan, keamanan taman, serta sinergi lintas sektor dalam pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai fasilitas masyarakat.
Namun Sekretaris Gerakan Pemda Marhaenisme (GPM) Provinsi DKI Jakarta, Robert Siagian, menyebut pola peringatan Hari Gizi Nasional selama ini masih dominan bersifat simbolik.
Baca juga: Wapres Turun Langsung ke Pengungsian Banjir Tambun Utara, Kab Bekasi
“Jangan hanya hadir saat momen nasional. Masih ada anak-anak yang kekurangan gizi di Jakarta Barat. Kalau kebijakan tidak konsisten, maka kegiatan seperti ini hanya menjadi seremoni tahunan,” kata Robert.
Baca juga: Gugatan CMNP ke MNC Dinilai Salah Alamat, Ini Penjelasan Pakar Hukum
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dan perawatan fasilitas publik, termasuk RTH dan RPTRA, yang kerap ramai saat kunjungan pejabat namun minim perawatan berkelanjutan setelah kegiatan selesai.
“Masalahnya bukan hanya membangun taman, tapi merawat dan mengawasi secara konsisten. Kalau tidak, ini hanya pencitraan kebijakan, bukan solusi,” tegasnya.
Robert menilai Pemkot Jakarta Barat perlu memperkuat program berbasis data gizi anak, pendampingan Posyandu, serta pengawasan lintas sektor agar peringatan Hari Gizi Nasional tidak berhenti sebagai agenda simbolik, tetapi berdampak nyata bagi masyarakat.
