JAKARTA — Matamediaonline.com| Polsek Tambora menggelar patroli dan operasi cipta kondisi untuk mengantisipasi tawuran serta kejahatan jalanan di sejumlah wilayah rawan Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Operasi tersebut digelar pada Minggu (2/8/2026) dini hari, mulai pukul 00.30 WIB, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat, S.T.K., S.I.K. memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi Pawas IPTU Iwan Gunawan, S.H., bersama para pejabat utama dan personel piket fungsi Polsek Tambora.
Patroli difokuskan di kawasan Jalan Gedong Panjang RW 010, Kelurahan Pekojan, serta sejumlah titik lain yang dipetakan rawan tawuran dan tindak pidana 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan penyisiran dan patroli stasioner di sejumlah titik rawan. Petugas juga memeriksa pengendara sepeda motor beserta barang bawaan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.
Baca juga: Jelang Aston Villa Pre-Season Tour Indonesia, 1.105 Personel Gabungan Disiagakan
Selain pemeriksaan, polisi memberikan edukasi serta imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas dan ikut menjaga keamanan lingkungan.
Dari operasi tersebut, polisi mengamankan tiga unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan.
Baca juga: 769 Kasus Curanmor Terungkap, Polda Metro Jaya Serahkan Kendaraan Curian kepada Pemilik
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan potensi tindak kriminalitas sekaligus penegakan hukum di wilayah Tambora.
Kehadiran polisi pada jam rawan mendapat respons positif dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku merasa lebih aman dan nyaman saat beraktivitas pada dini hari hingga pagi.
Patroli rutin dinilai memberikan rasa aman sekaligus mencegah munculnya gangguan kamtibmas, khususnya tawuran dan kejahatan jalanan.
Polsek Tambora menegaskan patroli dan operasi cipta kondisi akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mendeteksi sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini, sehingga wilayah Tambora tetap aman, tertib, dan kondusif.
