JAKARTA – Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai pertemuan Full Gospel Chapter New Pantai Mutiara yang digelar di Rumah Makan Dapur Rumah Kita, Jalan Kusuma No. 41 Blok A3, RT 02/RW 12, Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (10/8/2026).
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi momentum untuk saling menguatkan iman melalui kesaksian pribadi, pemberitaan firman Tuhan, doa bersama, serta perenungan atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum pemberitaan firman dimulai, para peserta mendapat kesempatan menyampaikan kesaksian masing-masing. Beragam pengalaman yang dibagikan menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki pergumulan dan tantangan dalam kehidupannya.
Namun, melalui persekutuan dan keterbukaan untuk berbagi, setiap peserta diajak menyadari bahwa tidak seorang pun harus menghadapi pergumulan seorang diri.
Dalam pertemuan tersebut, Cun Cun menyampaikan firman Tuhan dengan tema “Percaya kepada Tuhan, Penuh Harapan yang Pasti” dengan ayat utama Yeremia 32:27:
“Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?”
Melalui firman tersebut, peserta diajak untuk tidak kehilangan harapan ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Cun Cun mengingatkan bahwa manusia bisa mengecewakan, keadaan dapat berubah, dan kekuatan seseorang memiliki keterbatasan. Namun, Tuhan tetap setia dan memiliki kuasa untuk menolong umat-Nya.
“Jangan pernah kehilangan harapan kepada Tuhan, sebab Tuhan tidak pernah kehilangan kuasa untuk menolong kita,” pesan Cun Cun.
Mengutip Yesaya 59:1-2, ia mengingatkan bahwa tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar.
Karena itu, tidak ada persoalan yang terlalu besar dan tidak ada keadaan yang berada di luar jangkauan Tuhan.
Meski demikian, peserta juga diingatkan pentingnya pertobatan dan menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan.
“Jangan biarkan dosa membuat kita jauh dari Tuhan. Datanglah kepada Tuhan dengan hati yang terbuka dan minta Dia mengampuni serta membersihkan hidup kita,” tuturnya.
Lebih lanjut, Cun Cun menjelaskan bahwa percaya kepada Tuhan bukan berarti seseorang akan terbebas dari persoalan.
Iman justru berarti tetap percaya bahwa Tuhan jauh lebih besar daripada masalah yang sedang dihadapi.
Melalui Amsal 3:5-6, peserta diajak untuk percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan tidak hanya mengandalkan pengertian sendiri.
“Kita tidak harus mengerti semuanya untuk tetap percaya. Iman bukan tentang mengerti semua jalan Tuhan, tetapi percaya kepada Tuhan yang memegang jalan hidup kita,” ungkapnya.
Menurutnya, jawaban Tuhan tidak selalu datang dalam bentuk dan waktu yang sesuai dengan keinginan manusia. Namun, hal tersebut bukan berarti Tuhan berhenti bekerja.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap kehidupan keluarga.
Mengacu pada Kisah Para Rasul 16:31 dan Yosua 24:15, peserta diajak untuk tidak pernah berhenti mendoakan keluarga, tetap menjadi teladan, serta menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga.
“Jangan menyerah terhadap keluarga kita. Tetap doakan mereka, tetap kasihi mereka, dan tetap menjadi teladan,” pesannya.
Dalam konteks keselamatan, setiap pribadi tetap dipanggil untuk percaya kepada Kristus. Iman seseorang tidak secara otomatis menyelamatkan seluruh anggota keluarganya, tetapi kehidupan orang percaya dapat menjadi kesaksian yang membawa keluarga semakin mengenal kasih Tuhan.
Pesan lainnya adalah pentingnya menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam kehidupan.
Mengutip Matius 6:33, peserta diajak terlebih dahulu mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.
Cun Cun mengingatkan bahwa manusia boleh memiliki pekerjaan, cita-cita, usaha, dan keinginan untuk hidup lebih baik. Namun, jangan sampai mengejar berkat membuat seseorang melupakan Tuhan sebagai sumber berkat.
“Jangan sampai kita mengejar uang tetapi kehilangan keluarga. Jangan sampai kita mengejar kesuksesan tetapi kehilangan Tuhan. Utamakan Tuhan,” tegasnya.
Melalui Matius 7:7-8, peserta juga diajak untuk terus berdoa, mencari kehendak Tuhan, dan tidak mudah menyerah.
“Minta” dimaknai sebagai membawa segala kebutuhan kepada Tuhan. “Mencari” berarti mencari Tuhan, firman-Nya, kehendak-Nya, dan kebenaran-Nya.
Sementara “mengetuk” menggambarkan ketekunan untuk terus berharap meskipun jawaban yang dinantikan belum terlihat.
Cun Cun mengingatkan bahwa tidak semua pintu yang diinginkan manusia harus terbuka. Ada kalanya Tuhan menutup sebuah pintu karena mengetahui jalan yang lebih baik bagi kehidupan seseorang.
Di penghujung pemberitaan firman, peserta diajak menempatkan harapan bukan kepada keadaan, manusia, uang, maupun pekerjaan, melainkan kepada Tuhan.
Mengutip Mazmur 42:6, Cun Cun mengingatkan agar setiap orang tetap berharap kepada Allah.
“Kalau hari ini keadaan belum berubah, tetaplah berkata, ‘Tuhan, saya tetap percaya.’ Kalau doa belum dijawab, tetap berkata, ‘Tuhan, saya tetap berharap.’ Kalau pintu belum terbuka, tetaplah mengetuk,” pesannya.
Pesan tersebut diperkuat dengan Yeremia 29:11 yang mengingatkan tentang rancangan damai sejahtera Tuhan dan masa depan yang penuh harapan.
Usai pemberitaan firman, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama.
Para peserta saling mendoakan agar semakin kuat menghadapi setiap pergumulan kehidupan dan tetap teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para peserta saling menopang, menguatkan, dan mendoakan satu sama lain.
Pertemuan Full Gospel Chapter New Pantai Mutiara tersebut menjadi pengingat bahwa ketika manusia merasa tidak memiliki jalan, Tuhan tetap memiliki jalan. Ketika manusia merasa kehilangan harapan, Tuhan tetap menjadi sumber pengharapan.
Percaya kepada Tuhan bukan berarti kehidupan tanpa masalah. Percaya berarti yakin bahwa dalam setiap masalah, Tuhan tetap menyertai, bekerja, dan memegang kehidupan umat-Nya.
“Percaya kepada Tuhan, karena di dalam Tuhan ada harapan yang pasti.”












