BERITA, TNI  

Coffee Morning Pangdam Jaya, TNI dan Media Perkuat Komunikasi Mengawal Jakarta

JAKARTA — Matamediaonline.com| Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, lingkungan, dan penguatan keamanan wilayah.

Hal tersebut disampaikan Letjen TNI Deddy Suryadi saat ramah tamah dan Coffee Morning bersama Ketua PWI Jaya Kesit Budi Handoyo, Ketua Umum IJTI, serta insan media dari berbagai platform, mulai dari media elektronik, online, cetak hingga radio di Lapangan Tembak Falatehan Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (25/9/2026).

Di lapangan utama Makodam Jaya digelar bakti sosial yang dihadiri masyarakat sekitar, pengemudi ojek online (ojol) mengikuti pengobatan massal, donor darah dan makan bersama masakan ala Chef Bobon Santoso dikenal juru masak atau kreator konten kuliner yang sering dijuluki sebagai “Chef Rakyat Indonesia”

Kegiatan tersebut mengusung tema “Satu Narasi, Satu Pengabdian: Mengawal Jakarta, Menjaga Indonesia.” 

Di hadapan para pimpinan organisasi kewartawanan dan insan pers tersebut, Pangdam Jaya menjelaskan bahwa Coffee Morning yang semula dirancang sebagai kegiatan internal bersama jajaran prajurit sengaja diperluas dengan melibatkan masyarakat dan berbagai komunitas di sekitar wilayah Kodam Jaya.

Menurut Deddy, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih dekat antara TNI, masyarakat, pemerintah daerah, media, dan berbagai elemen lainnya.

Baca juga: Fun Walk HUT TNI ke-81, Pangdam Jaya dan Ribuan Peserta Jalan Bersama dari Senayan ke Monas

“Prinsip utama keberadaan Kodam Jaya adalah bagaimana kita bisa membantu masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Depok, Tangerang, Bekasi. Kita tidak bisa bekerja sendiri, satu institusi saja tidak cukup,” tegas Deddy.

Pangdam Jaya mengatakan Jakarta merupakan pusat pemerintahan, ekonomi, dan aktivitas sosial nasional. Karena itu, menurutnya, Kodam Jaya terus mengedepankan komunikasi publik sekaligus menjaga stabilitas dan keamanan wilayah.

Baca juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, TNI-Polri Edukasi dan Periksa Kesehatan Warga Jakarta

Kegiatan yang bersifat militer murni tetap dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan internal prajurit. Namun, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Kodam Jaya terus membangun kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, serta seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus bersatu padu bersama pemerintah daerah, media, dan warga. Kehadiran kita adalah untuk menghadirkan solusi, menjaga kehidupan, dan memberikan rasa aman bagi seluruh warga,” ujarnya.

Baca juga: Semarak HUT ke-17, Korlantas Polri Pererat Silaturahmi dengan Ojol dan Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Deddy juga menyoroti sejumlah program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur kemanusiaan berupa jembatan.

Kodam Jaya, kata dia, telah membangun sejumlah jembatan, mulai dari jembatan gantung, jembatan beton hingga jembatan kampung di sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan akses aman bagi masyarakat.

Baca juga: Film Hasut Tawarkan Horor Tanpa Penampakan, Suara HT Jadi Sumber Teror

Pembangunan tersebut antara lain menyasar kawasan permukiman serta akses yang digunakan anak-anak sekolah. Keberadaan jembatan diharapkan dapat mengurangi risiko warga, khususnya anak-anak, terseret arus ketika terjadi hujan deras.

Program serupa tidak hanya dilakukan di wilayah Jakarta, tetapi juga menyentuh kawasan penyangga seperti Depok, Bogor, Bekasi, dan Tangerang.

“Yang kita lakukan berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Jadi bukan sekadar membangun, tetapi bagaimana fasilitas itu benar-benar memberikan manfaat dan keselamatan bagi warga,” jelasnya.

Pangdam Jaya juga menekankan pentingnya pembinaan generasi muda melalui pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan.

Menurut Deddy, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan karakter generasi muda di tengah keberagaman suku, agama, budaya, serta latar belakang masyarakat Indonesia.

Pembinaan generasi muda dinilai penting agar nilai kebangsaan tetap menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Kodam Jaya juga terus menyiagakan program penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi musim kemarau dan dinamika cuaca.

Deddy menegaskan, keberadaan TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat nyata sesuai kebutuhan warga.

Dalam kesempatan itu, Pangdam Jaya menyampaikan apresiasi kepada insan media yang selama ini menjadi mitra strategis Kodam Jaya.

Menurutnya, media memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai kegiatan positif yang dilakukan TNI AD di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Apresiasi tersebut disampaikan di hadapan Ketua PWI Jaya, Ketua Umum IJTI, serta para jurnalis dari media elektronik, online, cetak, dan radio.

Pangdam berharap hubungan antara Kodam Jaya dan media terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka dan konstruktif.

“Media adalah bagian penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Kami tentu membutuhkan masukan, kritik, dan informasi dari media agar apa yang dilakukan Kodam Jaya bisa semakin tepat dan memberikan manfaat,” katanya.

Tema “Satu Narasi, Satu Pengabdian”, lanjutnya, bukan sekadar slogan, tetapi menjadi semangat untuk membangun sinergi antara TNI, pemerintah, media, dan masyarakat.

Dengan kolaborasi tersebut, Kodam Jaya berharap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat direspons secara bersama-sama sekaligus menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *