Sukses Gelar Sabuk Emas Kapolri 2026, FTPI Siapkan Agenda Tinju Profesional Berikutnya

Sabuk Emas Kapolri 2026 tidak berhenti di satu event. Justru ini menjadi awal untuk menjalankan program-program FTPI berikutnya
Sabuk Emas Kapolri ini tidak berhenti di satu event. Justru ini menjadi awal untuk menjalankan program-program FTPI berikutnya

JAKARTAMatamediaonline.com| Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) sukses menggelar Kejuaraan Tinju Profesional “Sabuk Emas Kapolri 2026 – Ultimate Clash” di Auditorium Studio Bung Karno, LPP TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Kejuaraan yang digelar FTPI bekerja sama dengan TVRI dan Polri tersebut berlangsung meriah dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejumlah tokoh tinju dan pejabat turut hadir dalam gelaran tersebut, di antaranya Irjen Pol Drs. Jawari, S.H., M.H. yang mewakili Kapolri, Kadivkum Polri Irjen Pol Dr. Agus Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., Brigjen Pol Anton Saseno, S.H., M.Hum., Direktur Pemrograman dan Pemberitaan Arif Adi Kuswardono serta legenda tinju Indonesia Daud Jordan.

Hadir pula Ketua Umum FTPI Pusat sekaligus Promotor Neneng A. Tuty, S.H., Co-Promotor Yance Rahayaan, S.Sos., Ketua Panitia Cosmas E. Refra, S.H., M.H., dan Sekretaris Panitia David Nainggolan.

AS SDM Kapolri Irjen Pol Drs. Jawari (tengah) saat membacakan sambutan Kapolri dalam Kejuaraan Tinju Profesional Sabuk Emas Kapolri 2026 didampingi Direktur Pemrograman dan Pemberitaan Arif Adi Kuswardono (kanan). [Dok foto: matamediainline.com]
Dalam sambutan pembukaan, Irjen Pol Jawari menegaskan bahwa kejuaraan tersebut tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia.

“Sabuk Emas Kapolri bukan sekadar perebutan sabuk juara. Ini adalah laboratorium karakter. Seorang petinju profesional harus memiliki disiplin, tanggung jawab, karakter dan integritas,” ujar Jawari.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pembinaan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.

Jawari juga menyampaikan apresiasi kepada FTPI, khususnya Ketua Umum sekaligus Promotor Neneng A. Tuty, serta LPP TVRI sebagai tuan rumah dan penyiar resmi yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut.

Ia menilai penundaan yang sempat terjadi sebelumnya tidak menyurutkan semangat para petinju untuk tampil dan memberikan yang terbaik.

Baca juga: Sempat Tertunda, FTPI Kembali Pastikan Gelaran Sabuk Emas Kapolri 2026 Naik Ring 11 September

“Ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk memajukan petinju dan generasi muda,” ujarnya.

Ketua Umum FTPI Pusat sekaligus Promotor, Neneng A. Tuty, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme penonton dan pencinta tinju terhadap penyelenggaraan Sabuk Emas Kapolri 2026.

Neneng menegaskan FTPI berkomitmen memperluas jaringan pertandingan tinju profesional sekaligus menghidupkan kembali semangat generasi muda terhadap olahraga tersebut.

Baca juga: Hadiri Konsolidasi Akbar FSPMI, Kapolri: Jadikan Buruh Aset dan Mitra, Bukan Sekadar Tenaga Kerja

“Sebagai badan tinju dan promotor, fokus kami adalah memperluas jaringan serta mengaktifkan kembali semangat generasi muda di dunia tinju tanah air. Kami ingin pertandingan seperti ini terus berlanjut,” kata Neneng.

Ia juga mengungkapkan rencana FTPI untuk menggelar berbagai kejuaraan lanjutan, termasuk wacana pertandingan Sabuk Emas Panglima TNI sebagai salah satu upaya menyaring petinju muda berbakat.

Terkait ketidakhadiran Kapolri secara langsung, Neneng menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan tugas kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan.

Meski demikian, sambutan dan pesan Kapolri tetap disampaikan secara resmi melalui perwakilan, serta kejuaraan tersebut dihadiri sejumlah pejabat utama Polri.

Co-Promotor Yance Rahayaan, S.Sos., memberikan apresiasi kepada Ketua Umum FTPI Neneng A. Tuty yang dinilainya konsisten merangkul dan membina para atlet tinju profesional.

Yance juga menjelaskan bahwa berbagai dinamika teknis, termasuk penundaan yang sempat terjadi, telah ditangani melalui koordinasi dan kesepakatan bersama dengan pihak terkait.

“FTPI di bawah kepemimpinan Ibu Ketua Umum akan terus menjalankan program kerja sama, khususnya dengan pemerintah, TNI, dan Polri. Tinju profesional merupakan tanggung jawab kita bersama agar para atlet bisa terus berlatih dan mendapat dukungan penuh,” tegas Yance.

Ketua Panitia Cosmas E. Refra, S.H.,M.H menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.

“Kami sangat bersyukur seluruh rangkaian kejuaraan ini berjalan dengan aman, tertib, dan sukses. Dukungan sinergis dari Polri, TVRI, serta seluruh jajaran panitia menjadi kunci utama terselenggaranya acara ini,” kata Cosmas.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Sabuk Emas Kapolri 2026 membuktikan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan kejuaraan tinju profesional dengan standar yang baik.

Sementara itu, Sekretaris Panitia David Nainggolan menilai keberhasilan gelaran tersebut menjadi momentum penting bagi masa depan tinju profesional Indonesia.

“Kerja keras seluruh jajaran panitia, pengurus FTPI, serta dukungan penuh dari TVRI dan jajaran Kepolisian terbayar tuntas dengan suksesnya gelaran ini,” ungkap David.

David optimistis Sabuk Emas Kapolri tidak berhenti sebagai sebuah kompetisi, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet dan melahirkan petinju-petinju baru yang mampu bersaing di tingkat internasional.

“Kami optimistis ajang ‘Sabuk Emas Kapolri’ ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan titik balik kebangkitan tinju profesional Indonesia untuk melahirkan juara-juara baru yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” pungkasnya.

Editor: Davidgoland

Exit mobile version