JAKARTA — Matamediaonline.com| Kegagalan tidak selalu menjadi akhir dari sebuah perjuangan. Bagi Samboi Lubis, petinju muda asal Sumatera Utara, tiga kali gagal dalam seleksi Tentara Nasional Indonesia (TNI) justru menjadi titik balik untuk mencari jalan lain dalam meraih masa depan.
Samboi akhirnya memilih dunia tinju. Berbekal pengalaman bertanding di tingkat daerah dan tekad untuk memperbaiki kehidupan keluarga, ia memberanikan diri meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Jakarta pada awal 2026.
Dalam wawancara dengan wartawan Matamediaonline.com di sasana Nelson Nainggolan Gym (NNG), Kamis (8/10/2026), Samboi menceritakan perjalanan yang membawanya dari kegagalan seleksi TNI hingga meraih kemenangan dalam debut tinju profesional.
Perjalanan tersebut tidak berlangsung mudah. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan baru, ia juga menghadapi keterbatasan kesempatan bertanding dan penolakan dari keluarga yang khawatir terhadap risiko olahraga tinju.
Dari Kegagalan Seleksi TNI ke Ring Tinju
Sebelum menekuni tinju secara serius, Samboi memiliki cita-cita menjadi prajurit TNI. Ia berulang kali mencoba mewujudkan impian tersebut, tetapi tiga kali mengikuti seleksi belum membawanya pada hasil yang diharapkan.
Setelah kembali gagal sekitar 2023, seorang senior menyarankannya mencoba olahraga tinju melalui Pertina.
Saran itu menjadi awal perjalanan Samboi di dunia olahraga bela diri. Ia mulai mengikuti latihan dan kompetisi, berusaha membangun kemampuan serta pengalaman bertanding.
Kerja kerasnya membuahkan hasil ketika ia meraih posisi kedua atau medali perak pada ajang Porkot Medan dan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sumatera Utara. Ia bertanding di kelas bulu dengan berat badan 57 kilogram.
Baca juga: Dari Samosir ke Jakarta, Nasip Siringoringo Menempa Mimpi di Atas Ring
Prestasi tersebut menjadi modal awal bagi Samboi untuk menapaki jenjang yang lebih tinggi. Namun, ia merasa kesempatan bertanding dan ruang pengembangan atlet di daerahnya masih terbatas.
Keinginan untuk berkembang membuatnya berpikir lebih jauh. Ia tidak ingin berhenti hanya karena kesempatan yang tersedia belum sesuai dengan harapannya.
Merantau ke Jakarta, Bergabung dengan NNG
Pada awal 2026, Samboi mengambil keputusan besar: merantau ke Jakarta untuk mencari kesempatan yang lebih luas di dunia tinju.
Baca juga: Dari PPLP Manado ke Panggung Profesional, Aser Kewas Kumpulkan Sabuk Juara
Melalui media sosial, ia menghubungi Nelson Nainggolan Gym (NNG), sasana yang kemudian menjadi tempatnya berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan profesional.
Keputusan meninggalkan kampung halaman bukan perkara sederhana. Samboi harus menghadapi tantangan hidup di kota besar, menyesuaikan diri dengan lingkungan latihan baru, serta menjalani proses pembinaan yang menuntut disiplin dan konsistensi.
Namun, ia melihat Jakarta sebagai tempat untuk membuka peluang yang sebelumnya sulit ia dapatkan.
“Di sini latihannya jelas, pelatihnya ada, jam terbang dan wadah pertandingannya diperhatikan. Puji Tuhan, di debut pertama profesional kemarin saya berhasil menang dan hasilnya sudah bisa saya bagikan ke orang tua di kampung,” ujar Samboi.
Kemenangan dalam debut profesional itu menjadi pencapaian penting baginya. Bukan semata-mata soal hasil pertandingan, melainkan juga bukti awal bahwa keputusannya merantau dan menekuni tinju mulai menunjukkan hasil.
Lebih dari itu, ia dapat membawa sebagian hasil jerih payahnya untuk diberikan kepada orang tua di kampung halaman.
Restu Orang Tua Menjadi Perjuangan Tersendiri
Di balik semangat Samboi mengejar karier, terdapat persoalan yang tidak kalah berat: meyakinkan keluarga.
Pada awalnya, orang tua Samboi sangat menentang keputusannya menekuni tinju. Kekhawatiran terhadap risiko cedera dan masa depan anak menjadi alasan yang membuat hubungan komunikasi mereka sempat merenggang selama lebih dari satu tahun.
Bagi keluarga, tinju mungkin terlihat sebagai olahraga berisiko dengan masa depan yang belum pasti. Namun, bagi Samboi, olahraga tersebut merupakan kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Ia memahami kekhawatiran orang tuanya. Meski demikian, ia ingin membuktikan bahwa pilihannya bukan sekadar mengikuti keinginan pribadi, melainkan bagian dari perjuangan untuk membantu keluarga.
Samboi berharap suatu hari nanti orang tuanya dapat melihat hasil dari kerja keras yang selama ini ia jalani.
“Untuk Bapak dan Mama, doakan selalu aku anakmu ini supaya bisa mengangkat derajat kalian berdua dan membanggakan kampung halaman. Di kampung saya belum ada anak muda yang berkarier di olahraga ini. Saya ingin membuktikan bahwa olahraga tinju bisa membawa prestasi dan masa depan yang baik,” tuturnya.
Pesan tersebut menggambarkan motivasi terbesar Samboi. Di balik setiap sesi latihan dan pertandingan, ada harapan untuk membuat orang tuanya bangga serta membuka jalan bagi anak-anak muda dari kampung halamannya.
Tinju sebagai Jalan Meraih Masa Depan
Bagi Samboi, tinju bukan hanya olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik. Ia melihatnya sebagai jalan untuk membangun disiplin, membentuk mental, mengukur kemampuan, dan meraih kesempatan yang lebih luas.
Kemenangan pada debut profesional menjadi langkah awal. Perjalanan menuju karier yang mapan masih panjang, sehingga ia perlu terus meningkatkan kemampuan, menjaga kondisi fisik, serta membangun rekam jejak pertandingan secara bertahap.
Ia juga masih menyimpan cita-cita lama untuk menjadi prajurit TNI. Meski kini memilih jalur tinju profesional, keinginan tersebut belum sepenuhnya ia tinggalkan.
Jika terdapat kesempatan melalui jalur prestasi yang sesuai dengan ketentuan resmi dan persyaratan yang berlaku, Samboi berharap impian tersebut masih dapat diperjuangkan.
Untuk saat ini, fokus utamanya adalah menjalani latihan, memanfaatkan kesempatan bertanding, dan membuktikan bahwa pilihannya memiliki masa depan.
Kisah Samboi Lubis menjadi gambaran bahwa kegagalan tidak harus menghentikan langkah seseorang. Tiga kali gagal dalam seleksi TNI tidak membuatnya berhenti berjuang. Ia justru berani mencari jalan lain, meninggalkan zona nyaman, dan memulai kehidupan baru di Jakarta.
Perjalanannya masih panjang. Namun, kemenangan pada debut profesional dan kesempatan berlatih bersama NNG menjadi modal awal untuk melangkah lebih jauh.
Bagi Samboi, keberhasilan sejati bukan hanya berdiri sebagai pemenang di atas ring. Ia ingin pulang dengan membawa kebanggaan, membahagiakan orang tua, dan membuktikan kepada kampung halamannya bahwa kerja keras dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Dari kegagalan menuju kesempatan, dari kampung halaman ke Jakarta, Samboi Lubis kini sedang menulis babak baru dalam hidupnya melalui tinju profesional.
