JAKARTA – Matamediaonline.com| Pelarian dua terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api berinisial Febriansyah dan Bustomy berakhir di kawasan hutan Kebon Singkong, Jabung, Lampung Timur. Keduanya ditangkap tim gabungan Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Kalideres setelah diduga terlibat dalam 14 aksi pencurian motor di wilayah Jakarta Barat.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, kedua tersangka merupakan residivis yang diduga datang dari Lampung Timur ke Jakarta untuk melakukan pencurian sepeda motor.
Dalam penangkapan tersebut, polisi mengambil tindakan tegas dan terukur setelah keduanya diduga melakukan perlawanan. Keduanya mengalami luka tembak pada bagian kaki dan selanjutnya dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan.
“Melakukan penangkapan terhadap dua residivis dan satu DPO Polda Metro Jaya dalam kasus curanmor dan kami tindak tegas pada bagian kaki karena hendak melawan petugas,” kata Nasriadi. Selasa (13/10)
Polisi turut menyita satu pucuk senjata api rakitan, belasan butir peluru tajam kaliber 9 x 19 milimeter, serta satu jaket ojek online yang diduga digunakan untuk menyamarkan identitas saat beraksi.
Baca juga: Polisi Bongkar 30 Lapak di Kampung Ambon, Bong dan Sisa Narkoba Ditemukan
Kasus ini bermula dari pencurian sepeda motor di kawasan Jalan Waru Raya, RT 006/RW 011, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis, 1/10/2026 sekitar pukul 12.16 WIB.
Ketua RT 006/RW 011 Kalideres, Dedi, mengatakan dua orang datang menggunakan sepeda motor. Salah satunya mengenakan atribut ojek online, sedangkan rekannya memakai pakaian biasa, masker, dan helm yang menutupi wajah.
Baca juga: Baru Sehari Bekerja, Wanita Apoteker Diduga Curi Rp20 Juta dan iPhone di Jakbar
“Jam 12.16 dia masuk, berhenti di gerbang menggunakan atribut Gojek, satunya menggunakan biasa, masker dan helm penutup,” ujar Dedi.
Aksi keduanya kemudian diketahui warga. Saat diteriaki maling, salah satu terduga pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan menembak ke arah warga untuk menghalangi pengejaran.
Baca juga: Yura Yunita dan Idgitaf Rilis Lagu “Mendung”, Kolaborasi Dua Perempuan yang Saling Mengagumi
Beruntung, tidak ada warga yang dilaporkan terkena tembakan. Kedua terduga pelaku kemudian melarikan diri dengan membawa sepeda motor hasil curian.
“Pada saat itu, mereka berdua diteriaki maling, pencuri. Setelah itu, salah satu di antara mereka mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap warga. Alhamdulillah, tidak ada warga yang kena, selamat,” ujar Nasriadi.
Pada hari yang sama, keduanya juga diduga melakukan pencurian sepeda motor di depan Danmogot Mall. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut.
Setelah memperoleh keterangan dari warga, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat dan Unit Reskrim Polsek Kalideres melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para terduga pelaku.
Penyelidikan mengarah ke wilayah Jabung, Lampung Timur. Febriansyah dan Bustomy akhirnya ditemukan di kawasan hutan Kebon Singkong.
Menurut Nasriadi, kedua terduga pelaku diduga melakukan perlawanan menggunakan senjata api saat hendak diamankan. Petugas kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur.
Satu orang mengalami luka tembak pada kaki kanan, sedangkan satu lainnya pada kaki kiri.
Setelah penangkapan, keduanya dibawa ke Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam kasus curanmor lainnya.
Berdasarkan pendataan sementara, kedua tersangka diduga telah melakukan 14 kali pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat.
Polisi juga menduga keduanya terlibat dalam belasan aksi serupa di wilayah hukum kepolisian lainnya. Namun, jumlah tersebut masih dalam proses pendalaman dan pencocokan dengan laporan yang diterima penyidik.
“Hasil pendataan mereka, mereka telah melakukan 14 kali curanmor di wilayah Jakarta Barat, 14 kali. Dan mereka juga melakukan curanmor tersebut belasan kali di wilayah hukum Polres Jakarta Barat lainnya. Ini masih kita data, masih kita dalamin,” ujar Nasriadi.
Penyidik akan menelusuri lokasi pencurian, waktu kejadian, modus operandi, serta kemungkinan adanya jaringan yang membantu menjual kembali kendaraan hasil curian.
Selain senjata api rakitan dan amunisi, polisi menyita jaket ojek online yang diduga digunakan untuk mengelabui masyarakat.
Menurut Nasriadi, atribut tersebut diduga membuat keberadaan para pelaku tidak mudah menimbulkan kecurigaan ketika memasuki kawasan permukiman.
“Kita juga mengamankan satu buah jaket, ya, jaket ojek online yang dia gunakan seakan-akan mereka itu adalah ojek online, padahal mereka adalah pencuri curanmor sadis, supaya masyarakat tidak curiga terhadap mereka,” ujarnya.
Polisi juga menduga terdapat pembagian peran dalam aksi pencurian, yakni seorang bertindak sebagai pengendara atau joki dan seorang lainnya mengambil sepeda motor sasaran. Dugaan ini masih perlu didalami melalui pemeriksaan dan pencocokan dengan bukti-bukti lain.
Pengungkapan kasus ini belum berakhir. Polres Metro Jakarta Barat masih memburu kemungkinan pelaku lain yang diduga terlibat dalam rangkaian pencurian tersebut.
Penyidik juga menelusuri pihak yang diduga menjadi penadah sepeda motor hasil curian. Polisi menyebut telah memperoleh identitas pihak yang diduga menerima kendaraan tersebut, tetapi pencarian dan pendalaman masih berlangsung.
“Kita masih mencari pelaku-pelaku yang lainnya yang berbuat curanmor Jakarta Barat. Yang kedua, kita masih mencari penadahnya, penadah kendaraan tersebut,” kata Nasriadi.
Penelusuran terhadap penadah dinilai penting untuk mengungkap rantai peredaran kendaraan hasil pencurian, termasuk kemungkinan jaringan yang beroperasi lintas wilayah.
Nasriadi mengimbau masyarakat meningkatkan keamanan kendaraan dengan menggunakan kunci ganda, memilih lokasi parkir yang aman, serta memasang kamera pengawas atau CCTV apabila memungkinkan.
Warga juga diminta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada kepolisian. Masyarakat diimbau tidak melakukan pengejaran atau konfrontasi secara langsung, terutama apabila terduga pelaku dicurigai membawa senjata api.
Ia mengapresiasi warga Kalideres yang memberikan keterangan sehingga membantu penyelidikan hingga mengarah pada identitas kedua tersangka.
Polres Metro Jakarta Barat memastikan penyelidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap dugaan keterlibatan kedua tersangka dalam kasus lain, memburu pelaku tambahan, serta menelusuri pihak yang diduga menampung kendaraan hasil curian.
