JAKARTA — Matamediaonline.com| Perjalanan memasarkan kendaraan listrik di Indonesia bukan perkara mudah. Hal itu dirasakan langsung oleh PT Bvost Auto Mandiri (BAM), salah satu perusahaan perintis jaringan penjualan VinFast di Tanah Air.
Branch Manager PT Bvost Auto Mandiri, Dicky Priyoto, mengungkapkan bahwa pada masa awal merintis penjualan VinFast, pihaknya harus bekerja keras memperkenalkan merek kendaraan listrik asal Vietnam tersebut kepada masyarakat.
Kisah perjuangan itu disampaikan Dicky saat ditemui dalam ajang Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, 29 Oktober hingga 1 November 2026.
Menurut Dicky, pada masa awal pemasaran, upaya memperkenalkan VinFast dilakukan secara langsung dengan mendatangi berbagai tempat keramaian, membagikan brosur, hingga menawarkan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal kendaraan listrik.
“Dulu benar-benar perjuangan. Kami babat alas, mengenalkan produk dari pagi sampai malam. Kami datang ke tempat-tempat yang ramai, membagikan brosur, bahkan sampai pukul 12 malam,” ungkap Dicky.
Baca juga: PEVS 2026 Hadirkan Lebih dari 38 Merek, Cashback Kendaraan Listrik Tembus Rp200 Juta
Ia mengakui, hasil penjualan pada masa awal tersebut belum sesuai harapan. Bahkan, dirinya pernah hanya mampu menjual satu unit mobil dalam sebulan.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat timnya berhenti. Mereka terus membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkenalkan teknologi dan produk VinFast kepada calon konsumen.
Baca juga: 5 Hari IIMS Garage Balikpapan 2026 Catat Transaksi Rp52,6 Miliar, Tahun Depan Pindah ke BSCC Dome
Seiring perkembangan pasar kendaraan listrik, jaringan penjualan dan layanan purnajual VinFast juga semakin berkembang.
Dicky menyebut PT Bvost Auto Mandiri perusahaan yang ikut merintis perjalanan VinFast di Indonesia. Pada masa awal, jumlah perusahaan dan jaringan dealer yang terlibat masih terbatas. Kini, jaringan VinFast telah berkembang lebih luas.
Untuk produk yang saat ini diminati konsumen, Dicky menyebut VinFast VF 3 masih mendominasi penjualan. Selain itu, model-model terbaru seperti Limo Green juga menjadi bagian dari perkembangan lini produk VinFast.
Selain itu, VinFast telah memperkenalkan tiga model motor listrik di pasar Indonesia, yakni VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper.
Dengan pilihan tersebut, konsumen dapat menyesuaikan model sepeda motor listrik dengan kebutuhan mobilitas masing-masing.
VinFast sendiri, sudah memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual. Untuk kendaraan roda dua, perusahaan telah mengumumkan pembukaan 27 showroom sepeda motor listrik di sejumlah kota besar Indonesia.
Menghadapi persaingan pasar kendaraan listrik, BAM kini tidak hanya mengandalkan pemasaran konvensional. Media sosial menjadi salah satu strategi utama untuk memperluas jangkauan calon konsumen.
Dicky menjelaskan, platform media sosial menjadi salah satu yang memberikan kontribusi besar terhadap penjualan. Karena itu, aktivitas pemasaran digital terus diperkuat melalui akun dealer maupun akun pribadi para tenaga penjualan.
“Kami semakin gencar di media sosial. Sejujurnya, penjualan kami paling banyak datang dari media sosial. Kami bermain di TikTok, Instagram, dan Facebook,” jelasnya.
Ia menambahkan, para tenaga penjualan juga didorong aktif membuat konten dan melakukan siaran langsung atau live streaming secara rutin.
Aktivitas tersebut dipantau setiap hari agar komunikasi dengan calon konsumen tetap berjalan dan informasi mengenai produk dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Strategi digital itu dilengkapi dengan kegiatan pemasaran secara langsung. BAM tetap menggelar pameran di pusat perbelanjaan, kafe, dan lokasi-lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat.
Kegiatan pameran biasanya dilakukan pada akhir pekan, terutama Jumat, Sabtu, dan Minggu, ketika potensi kunjungan konsumen dinilai lebih besar.
Bagi Dicky, pemasaran kendaraan listrik membutuhkan pendekatan yang konsisten. Media sosial membantu memperkenalkan produk dan membangun komunikasi dengan calon pembeli, sedangkan pameran langsung memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat kendaraan dari dekat.
Perpaduan kedua strategi tersebut menjadi bagian dari upaya BAM memperluas pasar VinFast di Indonesia.
Partisipasi dalam PEVS 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan perkembangan kendaraan listrik kepada masyarakat sekaligus membuka ruang interaksi antara merek otomotif, dealer, dan calon konsumen.

















Respon (1)