Matamediaonline.com – Buku “Jakarta Menyala” karya Frans Ekodhanto yang menggambarkan 100 hari kerja Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno mendapat tanggapan beragam dari tokoh masyarakat. Gerakan Pemuda Marhaenisme (GPM) Jakarta menilai buku tersebut hanya mewakili 15% dari janji kampanye gubernur.
Robert Siagian Soroti Dua Isu Krusial
Sekretaris GPM Jakarta, Robert Siagian, menyoroti dua masalah utama yang menurutnya belum tergambar rinci dalam buku tersebut:
-
Kemiskinan warga Jakarta yang masih hidup di bawah garis kemiskinan
-
Layanan publik lambat akibat sistem birokrasi yang belum optimal
“Kedua masalah tersebut belum dimuat dan digambarkan secara rinci,” tegas Robert saat diwawancarai di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Apresiasi untuk Pembangunan dan Etos Kerja
Meskipun memberikan kritik, Robert Siagian mengakui capaian positif dalam beberapa aspek pemerintahan:
“Secara umum buku itu dapat dikatakan mewakili kinerja gubernur selama 100 hari dan kebijakan cukup baik dalam kebijakan pembangunan dan etos kerja,” ujarnya.
Evaluasi GPM: Apa yang Sudah dan Belum Tercapai
| Aspek | Penilaian GPM Jakarta | Status di Buku |
|---|---|---|
| Capaian Keseluruhan | 15% janji kampanye | 100% program kerja |
| Kemiskinan | Harus jadi fokus utama | Belum spesifik |
| Layanan Publik | Lambat, sistem bermasalah | Belum tergambar |
| Pembangunan | Cukup baik | Positif |
| Etos Kerja | Sudah terlihat baik | Positif |
Konteks 100 Hari Gubernur Pramono Anung-Rano Karno
Buku “Jakarta Menyala” menjadi dokumentasi resmi kinerja pemerintahan DKI Jakarta dalam 100 hari pertama. GPM Jakarta menilai meskipun ada kemajuan dalam pembangunan infrastruktur dan etos kerja ASN, isu kemiskinan struktural dan birokrasi lambat masih menjadi tantangan besar yang dihadapi warga Jakarta.
“Masih banyak yang harus dibenahi, terutama taraf hidup warga Jakarta yang masih banyak hidup di bawah garis kemiskinan,” tambah Robert Siagian.
GPM Jakarta berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat:
-
Memprioritaskan penanganan kemiskinan struktural
-
Mempercepat reformasi layanan publik
-
Lebih transparan dalam pelaporan capaian sesuai janji kampanye
Robert Siagian menegaskan kritik GPM bukan untuk menjatuhkan, melainkan dorongan konstruktif agar pemerintahan lebih fokus pada masalah konkret rakyat.










