Sekilas Pandang Tentang Tinju Profesional Indonesia

Oleh: Yance Rahayan – Pengamat Tinju Nasional

Matamediaonline.com – Kondisi tinju profesional Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dinilai mengalami penurunan prestasi. Setelah hilangnya empat juara dunia yang pernah mengharumkan nama bangsa, kini Indonesia hanya menyisakan satu juara dunia aktif yang masih bertahan di level elite internasional, yakni Daud Yordan.

Namun, jika dilihat dari faktor usia, jabatan, serta kesibukannya sebagai senator, hal tersebut tentu dapat memengaruhi kelanjutan kariernya di ring profesional. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan regenerasi petinju kelas dunia dari Indonesia.

Sebagai bangsa besar yang memiliki semangat nasionalisme kuat, Indonesia sejatinya memiliki harapan agar lahir kembali juara dunia baru. Filosofi klasik “Patah tumbuh, hilang berganti” menjadi refleksi penting bahwa regenerasi atlet elite harus terus dijaga. Kehadiran juara dunia baru bukan hanya soal prestasi olahraga, tetapi juga menyangkut harkat dan martabat bangsa di forum olahraga internasional.

Baca juga: FTPI Luncurkan Program AMPro Road to Juara Dunia Tinju di TVRI Senayan

Selain itu, lahirnya juara dunia biasanya akan memicu perhatian luas dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga sponsor dalam mendukung pembinaan olahraga tinju profesional di tanah air.

Sejarah mencatat, saat Indonesia memiliki deretan juara dunia seperti Ellyas Pical, Nico Thomas, Chris John, serta Muhammad Rachman, perhatian publik dan dukungan industri olahraga sangat besar. Pemerintah, sponsor swasta, hingga stasiun televisi pemerintah dan swasta berlomba-lomba menayangkan pertandingan tinju.

Baca juga: Prestasi Memprihatinkan! FTPI Buka Suara Soal Tinju Indonesia​ Mati Suri

Penayangan pertandingan tinju di televisi saat itu bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari sosialisasi pembinaan olahraga tinju nasional. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan situasi saat ini, di mana dukungan sponsor dan televisi terhadap event tinju dalam negeri dinilai semakin berkurang.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, dalam waktu dekat direncanakan pembentukan wadah organisasi independen bernama Forum Komunikasi Petinju, Pelatih, dan Manajer Indonesia (FKPPMI). Organisasi ini dirancang menjadi forum kolaborasi yang melibatkan kalangan intelektual dan sarjana yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan tinju Indonesia, baik amatir maupun profesional.

Harapannya, forum ini dapat menjadi jembatan komunikasi, advokasi, sekaligus penguatan ekosistem pembinaan tinju nasional agar Indonesia kembali melahirkan juara dunia di masa depan.

Editor: David Nainggolan

Exit mobile version