Lonjakan Mudik 30% di Terminal Bis Tanjung Priok, Calo Tiket Masih Berkeliaran

Matamediaonline.com – Arus mudik Lebaran 2026 di Terminal Tanjung Priok mengalami lonjakan sekitar 30 persen pada puncak pergerakan tanggal 18 Maret 2026.

Kepala Terminal (Kater) Terminal Bis Tanjung Priok, Sandi, mengatakan hingga 18 Maret tercatat sebanyak 2.496 penumpang telah diberangkatkan menggunakan 147 bus menuju sejumlah daerah, terutama Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Madura.

“Terjadi lonjakan sekitar 30 persen pada puncak arus mudik kemarin,” ujar Sandi, Kamis (19/3).

Ia menjelaskan, kesiapan armada dan pengemudi telah dilakukan sejak sebelum masa mudik, termasuk pemeriksaan kesehatan harian bagi pengemudi serta ramp check kendaraan.

“Setiap pagi dilakukan pengecekan kesehatan pengemudi, kemudian kendaraan juga melalui ramp check dan uji kelaikan sejak H-7,” katanya.

Baca juga: Mudik Gratis Polri Presisi 2026 Dilepas, 4.009 Pemudik Berangkat ke Jateng dan DIY

Sandi menegaskan, pembelian tiket dilakukan secara resmi melalui sistem daring maupun loket di terminal dan tidak diperbolehkan melalui perantara.

“Tidak boleh ada calo. Pembelian tiket harus melalui jalur resmi,” ujarnya.

Untuk mendukung keamanan, pihak terminal juga menyiapkan posko terpadu yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan Satpol PP.

Meski demikian, temuan di lapangan menunjukkan dugaan praktik percaloan masih terjadi. Salah satu penumpang tujuan Blora, Jawa Tengah, yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat ditawari tiket dengan harga jauh di atas tarif resmi.

“Saya ditawari tiket Rp850.000 oleh seseorang yang mengaku dari PO bus,” ujarnya.

Padahal, harga resmi tiket tujuan Blora berkisar antara Rp250.000 hingga Rp350.000. Penumpang tersebut akhirnya membeli tiket langsung di loket dengan harga Rp350.000.

“Beruntung saya langsung ke loket dan mendapatkan harga normal,” katanya.

Exit mobile version