Matamediaonline.com – Polsek Grogol Petamburan meluruskan informasi yang sempat viral di media sosial terkait dugaan aksi begal terhadap seorang pelajar di kawasan Jalan Satria, dekat Terminal dan Stasiun Grogol, Jakarta Barat.
Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi, polisi memastikan peristiwa tersebut bukan aksi pembegalan, melainkan tawuran antar kelompok pelajar yang berujung penyerangan menggunakan senjata tajam.
Kapolsek Grogol Petamburan Polres Metro Jakarta Barat AKP Reza Aditya mengatakan, pihak kepolisian telah meminta keterangan dari korban, saksi, dan pihak terkait guna mengungkap fakta sebenarnya dari insiden yang terjadi pada Kamis malam (7/5/2026).
“Setelah kami melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memeriksa sejumlah saksi maupun korban, kejadian ini merupakan konflik antara dua kelompok pelajar yang menyebabkan penyerangan di Jalan Satria,” ujar Reza di Mapolsek Grogol Petamburan, Rabu (13/5/2026).
Menurut Reza, sebelum kejadian berlangsung, sekelompok pelajar diketahui berkumpul di sekitar kawasan Terminal dan Stasiun Grogol untuk nongkrong.
Baca juga: Pengelolaan Sampah Jakarta: Antara Kewajiban Negara dan Tanggung Jawab Bersama
Namun situasi berubah ketika muncul kelompok lain yang diduga hendak melakukan penyerangan. Melihat kondisi memanas, kelompok pelajar tersebut berusaha melarikan diri. Meski demikian, beberapa di antaranya tetap dikejar hingga terjadi aksi penyerangan di kawasan Jalan Satria.
Dalam peristiwa tersebut, seorang pelajar bernama Andika mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam jenis celurit. Korban sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sumber Waras.
Baca juga: Polri Ajak Industri Film dan Platform Digital Lawan Pembajakan Siber
Polisi memastikan kondisi korban saat ini mulai membaik, meski masih menjalani perawatan medis.
Sementara itu, dugaan aksi begal sempat mencuat lantaran sepeda motor Honda ADV milik salah satu pelajar hilang di lokasi kejadian. Namun, polisi menyatakan kendaraan tersebut telah ditemukan di wilayah Tambora, Jakarta Barat, dalam kondisi ditinggalkan di sebuah gang.
“Nah, ini masih kami dalami terkait siapa yang membawa motor tersebut. Dari hasil pengecekan CCTV, belum terlihat motor itu diambil oleh kelompok penyerang,” kata Reza.
Pihak keluarga pemilik kendaraan mengaku bersyukur karena sepeda motor tersebut berhasil ditemukan dan dikembalikan oleh kepolisian.
Mereka berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi para pelajar agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi memicu konflik dan kekerasan jalanan.
Dalam kesempatan yang sama, Polsek Grogol Petamburan juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari.
Langkah tersebut dinilai penting guna mencegah terjadinya tawuran pelajar maupun tindak kekerasan jalanan lainnya.
Polisi memastikan akan terus meningkatkan patroli dan kegiatan preventif di wilayah Grogol Petamburan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
