JAKARTA — Matamediaonline.com| Dunia tinju Indonesia kembali mendapat panggung baru melalui gelaran Ancol Championship 2026 yang akan berlangsung di Pantai Karnaval Ancol pada 28 Juni mendatang. Namun di balik duel profesional yang akan tersaji, promotor Nelson Nainggolan membawa misi yang lebih besar: membangun fondasi kebangkitan tinju nasional.
Dalam rangkaian program Pekan Liburan Sekolah 2026 yang digelar PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, ajang ini akan mempertemukan 14 petinju profesional dalam tujuh partai unggulan. Meski demikian, Nelson menegaskan bahwa pertandingan profesional hanyalah satu bagian dari tujuan besar yang ingin dibangun.

“Tinju Indonesia tidak boleh hanya hidup dari hiburan. Harus ada pembinaan yang berkelanjutan dan dimulai dari bawah,” ujar Nelson Nainggolan saat konferensi pers, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, salah satu persoalan utama olahraga tinju nasional saat ini adalah kurangnya regenerasi atlet yang dibangun secara sistematis sejak usia muda.
Karena itu, sebelum pertandingan utama berlangsung, pihak promotor menghadirkan segmen khusus pembinaan dan edukasi atlet muda dengan format pertandingan yang lebih singkat dan menyesuaikan tingkat pengalaman peserta.
“Kami membuat format yang lebih ke edukasi mental. Menang atau kalah, semua petinju muda tetap mendapat apresiasi karena keberanian naik ring adalah langkah awal membentuk karakter petarung,” katanya.
Baca juga: Letkol Inf (Purn) G. Borlak hingga Niko KiliKily Siap Bangkitkan Ekosistem Tinju Profesional
Nelson percaya mental juara tidak lahir secara instan. Ia menilai pembinaan amatir dan pemula merupakan fondasi penting agar atlet Indonesia mampu bersaing pada level internasional.
“Kalau tidak dibangun dari bawah, bagaimana nanti bisa menciptakan petinju profesional yang kuat? Semua dimulai dari level dasar,” tambahnya.
Selain pembinaan, Nelson juga menyoroti persoalan klasik yang terus membayangi dunia tinju Indonesia: pendanaan.
Menurutnya, minimnya sponsor menjadi tantangan besar bagi banyak penyelenggara maupun promotor untuk menghadirkan kompetisi yang berkelanjutan.
“Sangat sulit mencari sponsor di dunia tinju profesional saat ini. Semua olahraga membutuhkan dukungan besar agar bisa berkembang,” ungkap Nelson.
Ia pun memberikan apresiasi kepada PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang menyediakan venue pertandingan dan membuka ruang kolaborasi antara industri hiburan, pariwisata, dan olahraga.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak Ancol. Dukungan venue ini sangat berarti karena mengurangi beban operasional dan membuat kami lebih fokus pada kualitas pertandingan serta pembinaan atlet,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Syahmudrian Lubis, mengatakan program Pekan Liburan Sekolah dirancang untuk menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung melalui kombinasi hiburan keluarga, edukasi, rekreasi, dan sport tourism.
“Ini bukan sekadar event, tetapi bagian dari experience journey bagi pengunjung Ancol,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara promotor, dunia olahraga, dan sektor pariwisata, Ancol Championship diharapkan menjadi titik awal lahirnya ekosistem baru bagi olahraga tinju Indonesia.
Bukan sekadar pertandingan, tetapi ruang pembinaan, regenerasi, dan pembentukan mental juara bagi petinju masa depan.












