JAKARTA — Matamediaonline.com| Kesuksesan penyelenggaraan Pattimura International Big Fight 2026 menjadi momentum bagi Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) memperluas jaringan organisasi dan sistem pembinaan di kawasan Indonesia Timur.
Ketua Dewan Pengawas DPP FTPI, Yance Rahayaan, S.Sos mengatakan keberhasilan event tersebut membuktikan bahwa Maluku dan Maluku Utara masih menjadi salah satu basis kekuatan olahraga tinju nasional.
Menurutnya, langkah berikutnya bukan hanya menyelenggarakan event, tetapi membangun fondasi organisasi agar pembinaan berjalan berkelanjutan.
“Pattimura International Big Fight 2026 menjadi bukti bahwa potensi tinju di Maluku masih sangat besar. Setelah event ini, fokus kami adalah membangun wadah organisasi agar pembinaan tidak berhenti di satu momentum saja,” ujar Yance Rahayaan. Rabu (3/6)
Melalui semangat juang Pattimura “Lawamena Haulala” yang digagas promotor internasional Nikolas Johan KiliKily, SH., MH., bersama Letkol Inf. (Purn) G. Borlak, S.Sos., MM., dan Ketua Umum DPP FTPI Hj. Neneng. A Tuty, S.H disebut menjadi titik awal pembangunan ekosistem tinju profesional yang lebih terstruktur.
Yance menjelaskan FTPI akan membangun Baileo Tinju sebagai rumah pembinaan olahraga tinju profesional yang nantinya tersebar dari Maluku Utara hingga Maluku Tenggara.
Menurutnya, Baileo Tinju tidak hanya menjadi simbol organisasi, tetapi pusat pembinaan atlet dan pengembangan kompetisi daerah.
“Kami ingin membangun Baileo sebagai rumah tinju. Dari Maluku Utara sampai Maluku Tenggara harus ada wadah yang bisa melahirkan atlet-atlet baru,” katanya.
FTPI juga menargetkan pembentukan kepengurusan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar pembinaan lebih terstruktur.
Baca juga: Letkol Inf (Purn) G. Borlak hingga Niko KiliKily Siap Bangkitkan Ekosistem Tinju Profesional
Saat ini, FTPI disebut telah mulai terbentuk di sejumlah wilayah seperti Maluku Tenggara, Kota Tual, dan Provinsi Maluku.
Mandat pembentukan FTPI Provinsi Maluku juga telah diberikan kepada Hendrik Watubun pada momentum Pattimura International Big Fight 2026 di Auditorium TVRI.
Baca juga: Promotor Nelson Nainggolan Ingin Bangkitkan Tinju Indonesia Lewat Ancol Championship 2026
Selain memperkuat organisasi internal, FTPI berencana melakukan pendekatan dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembinaan olahraga tinju.
Yance mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Provinsi Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos guna memperluas jaringan organisasi.
“Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan Gubernur Provinsi Maluku Utara Ibu Sherly Tjoanda Laos agar organisasi FTPI dapat segera terbentuk dan menjadi mitra pembinaan olahraga tinju,” ujarnya.
Ia menilai organisasi merupakan elemen penting dalam perkembangan olahraga prestasi.
“Tanpa organisasi, tanpa kompetisi, maka pembinaan tidak akan berjalan maksimal. Kami ingin menciptakan sistem yang saling mendukung antara tinju amatir dan profesional,” tambah Yance.
Ketua Umum DPP FTPI Neneng A. Tuty, SH., Ketua Dewan Pengawas DPP FTPI Yance Rahayaan, Pembina Promotor Letkol Inf. (Purn) G. Borlak, S.Sos., MM., serta Promotor Internasional Nikolas Johan KiliKily, SH., MH., menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Ketua Umum DPP GRIB Jaya H. Hercules beserta jajaran GRIB Jaya yang hadir dan memberikan dukungan selama rangkaian acara berlangsung di Auditorium TVRI.
“Kami mengapresiasi Ketua Umum DPP GRIB Jaya Bapak H. Hercules serta pihak yang ikut menyukseskan Pattimura International Big Fight 2026, termasuk dukungan dari berbagai elemen organisasi dan komunitas yang hadir sejak awal hingga akhir acara. Dukungan seperti ini menjadi energi besar bagi perkembangan olahraga tinju nasional,” ujar Yance Rahayaan.
Dengan dukungan lintas organisasi dan semakin luasnya jaringan pembinaan, FTPI optimistis Pattimura International Big Fight tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga fondasi lahirnya ekosistem tinju profesional yang lebih kuat di Indonesia Timur.
