Tinju Indonesia Bangun dari Tidur Panjang, Pattimura International Big Fight 2026 Jadi Titik Awal Kebangkitan

Ajang Pattimura International Big Fight 2026 tak hanya menjadi perayaan HUT Pattimura ke-209, tetapi juga misi besar menghidupkan kembali industri tinju nasional yang hampir satu dekade stagnan.

JAKARTA, Matamediaonline.com — Setelah hampir satu dekade mengalami stagnasi, secercah harapan baru muncul bagi dunia tinju profesional tanah air. Penyelenggaraan Pattimura International Big Fight 2026 siap menjadi pemantik utama untuk menggairahkan kembali ekosistem tinju nasional yang sempat redup.

Ajang yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209 ini resmi merampungkan agenda teknikal meeting dan timbang badan para petinju di Auditorium LPP TVRI Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/5/2026).

Promotor International Pattimura Big Fight 2026, Nikolas Johan Kilikily, SH., MH, mengungkapkan bahwa meskipun ajang ini dipersiapkan dalam waktu yang sangat singkat, kualitas petinju yang dihadirkan tidak main-main. Laga ini mempertemukan para jawara nasional dari Indonesia dan Thailand.

Petinju Indonesia Sunan Agung Amoragam (kiri) Siap Hadapi Juara Nasional Thailand Nattha Phong Nuchaiy Aphum (kanan) di Pattimura International Big Fight 2026.(dok matamediaonline.com)

“Kita adakan acara tinju ini berhubung dengan ulang tahun Hari Pattimura yang ke-209. Dalam waktu yang sangat singkat ini, tidak mungkin kami mencari petinju untuk memperebutkan gelar (sabuk juara). Oleh sebab itu, saya memprakarsai ini untuk memberikan semangat kepada petinju-petinju Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Niko KiliKily ini saat jumpa pers.

Niko menegaskan bahwa event yang akan digelar pada Jumat, 29 Mei 2026 di Auditorium TVRI Senayan ini barulah sebuah pemanasan awal. Ia membawa misi besar untuk membawa petinju Indonesia kembali ke panggung dunia pada tahun depan.

Baca juga: Yance Rahayaan Soroti Sikap Diam Gubernur Maluku Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos terhadap Event Nasional

“Ini hanya pemanasan karena sifatnya non-title (non-gelar). Tetapi saya berjanji, tahun depan kami akan mengadakan kejuaraan tinju internasional dengan memperebutkan sabuk minimal level OPBF atau IBO,” tegas Niko optimis.

Baca juga: Ketua DPRD Provinsi Maluku Bongkar Misi Besar di Balik Pattimura Big Fight 2026

Niko menjamin pertarungan akan berjalan sengit berkat proses seleksi yang ketat. “Kita melihat dari Thailand ada petinju bagus yang merupakan juara nasional mereka, dan kita juga punya juara nasional Indonesia. Saya kira ini akan mempertontonkan teknik bertanding yang luar biasa dan memuaskan kita semua,” tambahnya.

Sentilan untuk Pemerintah dan Pemilik Kapital

Di sisi lain, nada kritis sekaligus penuh harapan disampaikan oleh Pembina Promotor, Letkol Inf (Purn) G Borlak, S.Sos., MM. Pria yang akrab disapa Bang Borlak ini menyebut industri tinju Indonesia sebenarnya sangat potensial, namun selama ini minim dukungan (support).

Baca juga: Petinju HS Boxing Camp Sunan Agung Amoragam Teken Kontrak Sabuk Emas di Pattimura International Big Fight 2026

Ia secara terbuka mengetuk pintu hati pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta jajaran Menpora dan KONI.

“Saya berbicara mewakili seluruh insan tinju di Indonesia—baik manajer, ring official, pelatih, hingga petinju. Kami ada di industri ini dan mau berbuat yang terbaik untuk bangsa besar ini agar Indonesia selalu dihormati dan disegani di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Kami berharap Bapak Presiden Prabowo, Wapres Gibran, Pak Menpora, dan Ketua KONI melihat kami,” tutur Borlak.

Tidak hanya pemerintah, Borlak juga menantang para pengusaha dan pemilik modal di Indonesia untuk mengikuti jejak Niko KiliKily dalam menghidupkan kembali olahraga adu jotos ini.

“Mari teman-teman para pemilik uang, pemilik kapital, berikanlah dukungan seperti Pak Niko KiliKily. Beliau sudah memberikan yang terbaik yang beliau miliki. Harapannya ada next promotor ke depan. Industri ini harus dihidupkan kembali karena menghidupkan (ekonomi) banyak orang,” imbuhnya.

Gayung bersambut, komitmen kebangkitan ini mendapat ruang penuh dari Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI. Direktur Program dan Berita LPP TVRI, Arif Adi Kuswardono, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengawal kebangkitan olahraga tinju melalui kanal khusus yang mereka miliki.

“Kami sebagai lembaga penyiaran publik memiliki kanal Sport yang menyala 24 jam. Kanal tersebut didedikasikan, salah satunya dan yang utama, adalah untuk mendorong kemajuan olahraga nasional, termasuk olahraga tinju,” kata Arif.

Arif mengapresiasi tinggi motivasi besar yang ditunjukkan oleh promotor dan para insan tinju tanah air. TVRI berkomitmen menjadi wadah penyiaran agar gairah tinju ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Dengan motivasi dan semangat luar biasa dari insan tinju ini, tentu kami sangat mendorong. Kita harapkan ini bisa membangkitkan lagi olahraga tinju yang sekian lama tertidur. Jika rencana kejuaraan internasional tahun depan terwujud, kami akan sangat senang. Tidak hanya TVRI, saya pikir masyarakat, pencinta tinju, dan para atlet juga akan sangat bahagia,” pungkasnya.

Pattimura International Big Fight 2026 dipastikan akan menjadi oase bagi dahaga pencinta olahraga baku hantam di Indonesia. Publik kini menantikan apakah ketukan sarung tinju di Senayan esok hari mampu menjadi awal dari runtuhnya “tidur panjang” tinju profesional Indonesia.

Exit mobile version