JAKARTA – Matamediaonline.com| Netflix bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) meluncurkan program Cerita Anak Nusantara, sebuah kompetisi sekaligus program pengembangan ide cerita film panjang yang berfokus pada tema anak, remaja, dan keluarga Indonesia.
Program yang didukung Netflix Fund for Creative Equity tersebut telah membuka pendaftaran dan akan berlangsung hingga 1 Juli 2026. Cerita Anak Nusantara hadir sebagai upaya mendorong lahirnya generasi baru sineas Indonesia yang mampu menghadirkan cerita autentik dan relevan bagi penonton keluarga.
Peluncuran program ini berangkat dari perkembangan industri perfilman nasional yang menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap tontonan keluarga. Kesuksesan film animasi Jumbo karya Ryan Adriandhy yang meraih lebih dari 10 juta penonton di bioskop menjadi salah satu indikator besarnya potensi genre film anak dan keluarga di Indonesia.
Director of Global Affairs Southeast Asia Netflix, Ruben Hattari, mengatakan kebutuhan akan tontonan keluarga yang aman, berkualitas, dan relevan semakin meningkat.
“Keluarga kini semakin banyak meluangkan waktu untuk menonton bersama. Ada peluang besar untuk mengembangkan cerita yang ramah keluarga dan menghadirkan ekosistem tontonan yang aman dan terpercaya. Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman bagi orang tua dengan cerita berkualitas yang menghibur sekaligus memperkaya pengalaman anak,” ujar Ruben.
Baca juga: Polri Ajak Industri Film dan Platform Digital Lawan Pembajakan Siber
Melalui program ini, sepuluh finalis terbaik akan mendapatkan kesempatan mengikuti proses pengembangan proyek dari tahap ide cerita hingga menjadi treatment skenario yang matang. Para peserta akan memperoleh pendampingan melalui lokakarya dan sesi mentorship bersama sineas Indonesia yang telah memiliki pengalaman dalam memproduksi film anak, remaja, dan keluarga.
Ketua Umum APROFI, Edwin Nazir, menegaskan bahwa film anak dan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang generasi masa depan.
Baca juga: Kolaborasi Hangat Yura Yunita dan Perunggu Hadir di Episode Perdana Main ke Rumah
“Film anak dan keluarga bukan genre kecil. Ini adalah cermin bagaimana kita memandang generasi berikutnya. Kami percaya investasi terbaik bagi industri perfilman dimulai dari cerita yang kuat yang lahir dari para sineas muda Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni, menyebut Cerita Anak Nusantara sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi industri film keluarga nasional.
“BPI melihat program ini sebagai bagian dari upaya bersama membangun industri film anak dan keluarga yang lebih kuat. Cerita yang lahir dari pengalaman nyata dan pemahaman mendalam tentang keluarga Indonesia merupakan investasi jangka panjang bagi perfilman nasional,” ujarnya.
Program ini terbuka bagi sineas Indonesia yang ingin mengembangkan cerita fiksi orisinal untuk film panjang dengan klasifikasi usia Semua Umur (SU), 7+, maupun 13+. Tema cerita dapat mencakup keluarga, persahabatan, petualangan, drama remaja, komedi hingga fiksi ilmiah, dengan syarat karakter utama merupakan anak-anak dan/atau keluarga Indonesia serta berlatar di Indonesia.
Cerita Anak Nusantara memprioritaskan sutradara yang baru memulai karier profesionalnya, yakni mereka yang pernah terlibat dalam produksi film pendek dan maksimal telah menyutradarai satu film panjang.
Informasi lengkap mengenai persyaratan, mekanisme pendaftaran, regulasi, dan jadwal program dapat diakses melalui situs resmi Cerita Anak Nusantara.












