JAKARTA – Matamediaonline.com| Rumah produksi Skak Studios bersama Sinemart kembali menghadirkan gebrakan baru di perfilman Indonesia melalui film Foufo, film komedi fiksi ilmiah (sci-fi) berbudaya Madura pertama di Indonesia yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 9 Juli 2026.
Disutradarai oleh Bayu Skak, Foufo menawarkan pengalaman menonton yang berbeda dengan memadukan komedi khas Bayu Skak, drama keluarga yang menyentuh, serta kisah unik tentang UFO yang jatuh di Pulau Madura.
Film ini menghadirkan cerita tentang Muslim, seorang pengepul barang rongsokan yang diperankan Tretan Muslim. Di tengah kesulitan ekonomi dan perjuangannya melunasi biaya ibadah haji sang ibu, hidup Muslim berubah drastis ketika menemukan sebuah UFO yang jatuh beserta alien yang kemudian diberi nama Foufo.
Alih-alih menjual bangkai pesawat luar angkasa tersebut sebagai besi tua, Muslim justru merawat alien tersebut. Teknologi canggih milik Foufo kemudian membantu menyelesaikan berbagai persoalan keluarga hingga akhirnya Muslim dihadapkan pada pilihan sulit: membantu ibunya berangkat haji atau menolong Foufo kembali ke planet asalnya.
Meski sekitar 70 persen dialog menggunakan bahasa Madura, Foufo tetap mudah dinikmati oleh seluruh penonton karena mengangkat tema universal tentang kasih sayang keluarga, pengorbanan seorang anak kepada ibu, dan harapan di tengah keterbatasan.
Baca juga: Film Semua Akan Baik-Baik Saja Karya Baim Wong, Siap Bikin Penonton Nangis di Bioskop
“Lewat Foufo, kami ingin menghadirkan cerita yang unik, lucu, tetapi juga mengharukan. Film ini menggabungkan komedi sci-fi dengan kehidupan masyarakat yang sangat dekat dengan keseharian,” ujar Bayu Skak.
Produser Eksekutif David Suwarto mengatakan kolaborasi Sinemart bersama Skak Studios kembali menghadirkan konsep yang berbeda dari film-film sebelumnya.
Baca juga: Polri Ajak Industri Film dan Platform Digital Lawan Pembajakan Siber
Menurutnya, ide Bayu Skak menghadirkan film komedi sci-fi dengan nuansa lokal menjadi warna baru bagi perfilman nasional.
“Foufo menawarkan komedi yang segar sekaligus kisah keluarga yang sangat menyentuh. Kami optimistis film ini akan menjadi hiburan berkualitas bagi seluruh keluarga Indonesia,” katanya.
Bagi Tretan Muslim, film ini menjadi tantangan besar dalam perjalanan kariernya. Untuk pertama kalinya ia dipercaya menjadi pemeran utama sekaligus memainkan karakter yang lebih dramatis dibandingkan peran-peran komedi yang selama ini melekat padanya.
“Biasanya saya membuat orang tertawa. Di film ini justru banyak adegan emosional yang menuntut saya menangis. Ini pengalaman yang sangat berharga sekaligus kebanggaan sebagai orang Madura,” ungkapnya.
Tak hanya mengangkat budaya Madura melalui bahasa dan para pemainnya, Foufo juga melibatkan sekitar 120 animator lokal dari studio animasi Surabaya untuk menciptakan karakter alien Foufo. Langkah tersebut menjadi bukti bahwa karya animator Indonesia mampu menghadirkan visual berkualitas tanpa bergantung pada teknologi kecerdasan buatan (AI).
Sebagian besar pemain film ini merupakan hasil proses open casting yang diikuti lebih dari 2.500 peserta, dengan hampir 90 persen pemeran berasal dari Madura, sehingga menghadirkan karakter yang autentik dan kuat.
Film Foufo dibintangi oleh Tretan Muslim, Habib Ja’far, Ade “Bibier” Kurniyawan, Benedictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, hingga DJ Rara.
Dengan balutan komedi khas Bayu Skak, drama keluarga yang emosional, dan sentuhan budaya lokal yang kuat, Foufo diprediksi menjadi salah satu tontonan keluarga paling segar di bioskop Indonesia tahun ini.












