Dies Natalis ke-72, GMNI Tegaskan Komitmen di Garis Marhaenisme

“Di Persimpangan Jalan Idealisme dan Realistis, Tetaplah di Garis Marhaen GMNI”

Matamediaonline.com – Memperingati 72 tahun berdirinya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, refleksi atas perjalanan ideologis menjadi hal yang tak terelakkan. Organisasi yang lahir pada 23 Maret 1954 ini bukan sekadar wadah mahasiswa, melainkan bagian dari sejarah panjang perjuangan bangsa.

Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menegaskan bahwa GMNI sejak awal berdiri berlandaskan ajaran Soekarno melalui Marhaenisme—ideologi yang berpihak pada rakyat kecil dan kaum tertindas.

“GMNI lahir sebagai alat perjuangan ideologis yang berakar pada keberpihakan terhadap rakyat,” ujarnya dalam pernyataan sikap Dies Natalis ke-72.

Secara historis, GMNI terbentuk melalui fusi tiga organisasi mahasiswa nasionalis di Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta. Penyatuan tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun kekuatan gerakan mahasiswa yang solid di tengah dinamika politik pascakemerdekaan.

Baca juga: GMNI Jakarta Timur Aksi di Gedung Merah Putih KPK, Desak Pengusutan Kasus Perpanjangan Kontrak JICT

Dalam perjalanannya, GMNI turut aktif mengawal isu-isu besar seperti anti-imperialisme, anti-kolonialisme, hingga gagasan Nasakom pada era Demokrasi Terpimpin. Namun, organisasi ini juga sempat menghadapi tekanan berat pasca Gerakan 30 September 1965 di era Orde Baru.

Memasuki era reformasi, GMNI kembali menemukan ruang geraknya. Organisasi ini kembali aktif dalam memperjuangkan demokrasi dan keadilan sosial di tengah tantangan globalisasi.

Baca juga: GMNI Jakarta Timur Soroti Kematian Aktivis Buruh Ermanto Usman, Minta PT. JICT Diusut!

Saat ini, menurut Jansen, Indonesia tengah menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari ketimpangan sosial hingga tantangan terhadap kualitas demokrasi. Di sisi lain, arus kapitalisme global mendorong lahirnya sikap pragmatis yang berpotensi menggerus idealisme.

“Mahasiswa hari ini berada di persimpangan antara idealisme dan realitas. Tantangannya adalah bagaimana tetap realistis tanpa kehilangan arah ideologis,” tegasnya.

Adapun poin sikap GMNI dalam momentum Dies Natalis ke-72 meliputi:

  1. Meneguhkan Marhaenisme sebagai landasan berpikir dan bergerak.
  2. Mengawal demokrasi dan keadilan sosial.
  3. Membangun kader progresif-revolusioner.
  4. Menjadi pelopor gerakan pemuda yang adaptif dan relevan.

Dalam konteks tersebut, GMNI diharapkan tetap menjadi organisasi kader yang progresif, adaptif, dan berakar kuat pada Marhaenisme.

Autentikasi: Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan

Exit mobile version