Matamediaonline.com – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar puncak peringatan Dies Natalis ke-72 di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta. Sabtu (11/4).
Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, sebagai keynote speaker, serta dihadiri jajaran pimpinan GMNI, termasuk Ketua Umum M. Risyad Fahlefi, Sekretaris Jenderal Patra Dewa, dan Bendahara Umum Anselmus Ersandy S.
Dalam paparannya, Faisol Riza menekankan pentingnya implementasi Pasal 33 UUD 1945 melalui penguatan negara dan pengelolaan kekayaan alam secara optimal.
“Untuk memanfaatkan kekayaan alam, dibutuhkan kemampuan finansial. Pemerintah membentuk Danantara untuk mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi sumber daya alam Indonesia menjadi daya tarik besar bagi investor, sekaligus membuka peluang percepatan industrialisasi nasional.
Menurutnya, generasi muda—termasuk GMNI—memiliki peran strategis sebagai motor penggerak industri yang berdaya saing.
Baca juga: GMNI Jakarta Timur Aksi di Gedung Merah Putih KPK, Desak Pengusutan Kasus Perpanjangan Kontrak JICT
Ketua Umum M. Risyad Fahlefi menegaskan pentingnya kader GMNI untuk tetap berpijak pada nilai-nilai marhaenisme dalam setiap gerakan.
“Saya terus bahu-membahu menyampaikan pesan Soekarno mengenai marhaenisme. Pesan saya kepada seluruh kader: bela masyarakat. Jangan hanya terbatas pada konteks Pasal 33 UUD, tetapi di setiap kabupaten, kota, maupun provinsi, kader harus mampu menjawab isu-isu lokal yang ada,” tegas Risyad.
Ia menambahkan, selama perjuangan tersebut tetap berada dalam bingkai marhaenisme, dirinya akan memberikan dukungan penuh kepada seluruh kader GMNI di berbagai daerah.
“GMNI adalah organisasi yang diisi oleh insan-insan kritis, dengan narasi tajam dan pemikiran mendalam. Karena itu, kader GMNI tidak boleh berhenti hanya di forum-forum diskusi, tetapi harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut secara nyata di lapangan,” lanjutnya.
Risyad juga menekankan bahwa peran kader GMNI ke depan harus semakin konkret dalam menjawab tantangan masyarakat.
“Apa yang kita bahas hari ini harus menjadi gerakan nyata. Kader GMNI harus hadir di tengah rakyat, menjadi solusi, dan tetap setia pada nilai perjuangan Bung Karno,” pungkasnya.
