Yance Rahayaan Soroti Sikap Diam Gubernur Maluku Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos terhadap Event Nasional

Oleh: Dewan Pengawas DPP FTPI & Co-Promotor Pattimura International Big Fight 2026 Yance Rahayaan, S.Sos

Matamediaonline.com – Dewan Pengawas DPP Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) sekaligus Co-Promotor Pattimura International Big Fight 2026, Yance Rahayaan, S.Sos., menyampaikan rasa kecewa yang mendalam terhadap belum adanya respons resmi dari Gubernur Pemerintah Provinsi Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos terkait dukungan pelaksanaan event tinju internasional yang membawa nama besar Maluku dan Maluku Utara.

Ia mengaku kecewa karena hingga kini belum ada jawaban resmi dari Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos terkait dukungan terhadap Sabuk Emas Gubernur Provinsi Maluku Utara yang sebelumnya sudah dipersiapkan sebagai salah satu simbol penghargaan utama dalam event tersebut.

Menurut Yance, event Pattimura International Big Fight 2026 bukan sekadar pertandingan olahraga biasa, melainkan simbol perjuangan, harga diri daerah, serta kebangkitan kembali semangat kepahlawanan Kapitan Pattimura melalui olahraga tinju profesional.

Baca juga: Letkol Inf (Purn) G. Borlak Genjot Persiapan Panitia Pattimura Big Fight 2026 Jelang Hari H

Menurut Yance, semangat “Lawamena Haulala” yang diwariskan Kapitan Pattimura harus terus dihidupkan melalui karya nyata dan prestasi anak bangsa, termasuk lewat dunia olahraga tinju profesional.

Baca juga: Letkol Inf (Purn) G. Borlak hingga Niko KiliKily Siap Bangkitkan Ekosistem Tinju Profesional

“Gambara Kapitan Pattimura dengan kemeja putih dan parang apa adanya mampu mengusir penjajah. Itu membuktikan bahwa keberanian dan harga diri orang Maluku tidak pernah padam. Dalam sejarah tinju Indonesia juga sudah tersirat dan tersurat bahwa juara dunia pertama Indonesia, baik amatir maupun profesional, lahir dari tanah Maluku,” tegas Yance Rahayaan.

Baca juga: Nikolas Johan KiliKily Siap Gelar Tinju HUT Pattimura, 4 Sabuk Emas Diperebutkan

Yance juga menegaskan bahwa dirinya sebagai putra Maluku berusaha melanjutkan semangat perjuangan tersebut melalui jalur olahraga. Dengan keterbatasan yang ada, ia mengaku tetap berjuang membangun event-event tinju nasional hingga internasional demi mengangkat harkat olahraga tinju Indonesia.

Baca juga: Ketua DPRD Provinsi Maluku Bongkar Misi Besar di Balik Pattimura Big Fight 2026

“Saya dari Maluku, hanya bermodalkan ide dan semangat perjuangan. Saya menjadi promotor pertama di Indonesia yang menyelenggarakan Sabuk Emas Presiden RI pertama dan kedua di tanah air. Dan kali ini kami kembali menciptakan Pattimura International Big Fight 2026 bersama promotor internasional asal Maluku, Nikolas Johan Kilikily, S.H., M.H.,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh elemen masyarakat Maluku, termasuk pemerintah daerah, semestinya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendukung event yang membawa nama besar Kapitan Pattimura tersebut.

“Kami menghormati pahlawan kami Pattimura. Kalau bukan kita yang menghormati pahlawan kita sendiri, siapa lagi? Bangsa yang besar dan berbudaya adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Karena itu siapa pun yang hidup di geografis Maluku wajib mendukung dan mensukseskan Pattimura International Big Fight 2026 tanpa terkecuali,” tegas Yance.

Menurutnya, event tersebut juga telah dilaporkan dan mendapat perhatian dari berbagai unsur pemerintah pusat, termasuk sejumlah pejabat negara dan Kementerian Sosial RI karena membawa tema besar perjuangan nasional dan kebangkitan olahraga Indonesia.

Exit mobile version