Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VI Pengurus Pusat Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri yang digelar di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2026), sempat diwarnai dinamika internal dan perdebatan terkait mekanisme pencalonan Ketua Umum periode 2026–2031.
Munas VI KBPP Polri sebelumnya dibuka oleh Karyoto selaku Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Dalam forum tersebut, calon Ketua Umum KBPP Polri periode 2026–2031, Bimo Suryono, mengungkapkan bahwa dirinya memperoleh dukungan mayoritas dari pengurus daerah di seluruh Indonesia.
Menurut Bimo, dari total 34 provinsi, sebanyak 24 provinsi yang hadir dalam Munas telah memberikan dukungan kepadanya.
“Kalau menurut saya bukan terpecah menjadi dua, tetapi memang dalam sebuah organisasi pendapat setiap orang bisa berbeda-beda. Namun kita bisa melihat, sebagian besar pengurus daerah pada akhirnya memberikan kepercayaan kepada saya sebagai Ketua Umum periode 2026–2031,” ujar Bimo kepada wartawan.
Baca juga: Munas VI KBPP Polri Digelar, Evita Nursanty Siap Lanjutkan Kepemimpinan 2026–2031
Meski sempat muncul perbedaan pandangan dalam forum Munas, Bimo menegaskan bahwa dinamika tersebut merupakan hal yang lumrah dalam organisasi.
Ia juga mengajak seluruh elemen organisasi kembali bersatu setelah proses pemilihan selesai demi menjaga soliditas KBPP Polri ke depan.
“Pilihan sudah selesai. Ke depan kita harus bersama-sama lagi. Baik yang tergabung maupun yang belum bersama dalam dukungan sebelumnya, semuanya tetap bagian dari keluarga besar organisasi ini,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Bimo sebagai bentuk ajakan rekonsiliasi internal di tubuh KBPP Polri setelah sempat terjadi perbedaan sikap dalam proses Munas.
Ia bahkan memastikan pihak-pihak yang sebelumnya berada di luar kelompok pendukungnya tetap akan dirangkul dalam kepengurusan mendatang.
Lebih lanjut, Bimo menegaskan bahwa KBPP Polri memiliki hubungan historis dan emosional yang kuat dengan institusi Kepolisian Republik Indonesia.
“Bukan hanya dekat, karena KBPP merupakan bagian daripada Polri itu sendiri,” tegasnya.
Terkait sinkronisasi program kerja organisasi dengan institusi Polri, Bimo menyebut hal tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama jajaran pengurus dan para senior organisasi.
Namun ia memastikan seluruh program ke depan akan diarahkan untuk mendukung institusi Polri sekaligus memberi manfaat nyata bagi anggota KBPP Polri.
“Nanti kita lihat dan dibicarakan bersama teman-teman lainnya juga. Intinya yang terbaik buat institusi Polri,” ujarnya.
Selain membahas pemilihan ketua umum, Munas VI KBPP Polri juga menjadi forum konsolidasi nasional organisasi dalam menyusun arah kebijakan serta program kerja untuk lima tahun mendatang.
