Petinju Maluku Borong Gelar di Pattimura International Big Fight 2026, FTPI Siapkan Ekspansi Pembinaan

Dominasi petinju Maluku dan Maluku Utara di Pattimura International Big Fight 2026 disebut menjadi bukti kebangkitan tinju Indonesia Timur.

JAKARTA — Matamediaonline.com| Pattimura International Big Fight 2026 tak hanya menghadirkan duel sengit di atas ring, tetapi juga memperlihatkan dominasi petinju asal Maluku dan Maluku Utara yang sukses memborong kemenangan sepanjang ajang berlangsung.

Event yang digagas Ketua Dewan Pengawas DPP FTPI Yance Rahayaan, S.Sos., promotor internasional Nikolas Johan KiliKily, SH., MH., bersama Letkol Inf. (Purn) G. Borlak, S.Sos., MM., dinilai menjadi momentum kebangkitan tinju Indonesia Timur.

Sepanjang pertandingan, petinju asal Maluku, Maluku Utara, hingga Maluku Tenggara tampil dominan menghadapi lawan dari berbagai daerah maupun petinju luar negeri.

Mayoritas kemenangan diraih baik melalui keputusan angka maupun knockout (KO), sekaligus membawa pulang sebagian besar sabuk, piala, dan medali yang diperebutkan.

Prestasi paling menonjol datang dari tim tinju Maluku Utara yang sukses membawa pulang Piala Kapitan Pattimura kategori amatir.

Sementara penghargaan petinju profesional terbaik perebutan Piala Menpora RI diraih petinju profesional asal Maluku Utara, Sunan Agung Amoragam.

Baca juga: Pasca Sukses Pattimura International Big Fight 2026, FTPI Langsung Bergerak Bentuk Baileo Tinju di Indonesia Timur

“Kami bangga karena petinju-petinju Maluku membuktikan bahwa semangat Lawamena Haulala masih hidup di atas ring. Ini bukan sekadar kemenangan individu, tetapi kemenangan pembinaan daerah,” ujar Yance Rahayaan saat bincang santai dikantornya. Rabu (3/6)

Pasca-event, penyelenggara tidak ingin Pattimura International Big Fight berhenti sebagai ajang seremonial tahunan.

Baca juga: Yance Rahayaan Soroti Sikap Diam Gubernur Maluku Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos terhadap Event Nasional

FTPI menargetkan pembentukan Baileo Tinju sebagai pusat pembinaan petinju di berbagai daerah di Maluku dan Maluku Utara.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat jalur pembinaan dari tingkat amatir menuju profesional.

Baca juga: FTPI Tunjuk Tiga Tokoh Maluku, Marasal Hutabarat: Rekam Jejak Mereka Tak Diragukan

Menurut Yance, tanpa kompetisi rutin dan wadah organisasi yang kuat, potensi besar petinju Indonesia Timur sulit berkembang maksimal.

“Banyak mutiara hitam tinju Indonesia masih tersembunyi di Maluku dan Maluku Utara. Tugas kami sekarang membuka ruang kompetisi dan pembinaan,” katanya.

Saat ini, struktur FTPI mulai berkembang di sejumlah wilayah seperti Maluku Tenggara, Kota Tual, dan Provinsi Maluku.

Ke depan, ekspansi organisasi juga direncanakan masuk ke Maluku Utara untuk memperkuat sistem pembinaan regional.

Kesuksesan Pattimura International Big Fight 2026 menunjukkan bahwa Indonesia Timur masih menjadi salah satu lumbung petinju nasional.

Exit mobile version